Breaking News:

Virus Corona

Menteri Kesehatan Jepang Ajak Dunia Segera Temukan Obat dan Vaksin Virus Corona

Menteri Kesehatan Kato menyatakan bahwa virus tidak memiliki batas dan penting bagi G20 untuk memimpin dunia dan menyerukan kerja sama.

Foto NHK
Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato saat video conference dengan para menteri kesehatan G20, Minggu (19/4/2020) malam. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengajak para menteri kesehatan peserta G-20 untuk bekerjasama mencoba mencari dan menemukan segera obat serta vaksin dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Virus corona baru telah menyebar dengan cepat di dunia sehingga dunia telah berubah secara dramatis. Sambil bekerja dengan sekuat tenaga, penting bagi G20 untuk memimpin dunia," kata Katsunobu Kato, Minggu (19/4/2020).

Pertemuan G20 berlangsung selama 3 jam dari sekitar jam 21.00 waktu Jepang kemarin.

Baca: The World of the Married Menjadi Drama Ketiga Korea yang Catat Rating Lebih dari 20 Persen

"Kita menyerukan kolaborasi G20 untuk meningkatkan sistem medis dan mengembangkan obat-obatan terapeutik dan vaksin," kata dia.

Ketika infeksi coronavirus baru menyebar ke seluruh dunia, pertemuan para menteri kesehatan G20 diadakan dalam bentuk video conference pada malam hari waktu Jepang kemarin.

Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Kato menyatakan bahwa virus tidak memiliki batas dan penting bagi G20 untuk memimpin dunia dan menyerukan kerja sama.

Rapat Badan Pusat Pengawasan Penyakit Menular Virus Corona Jepang dipimpin PM Jepang Shinzo Abe, Sabtu (11/4/2020) sore.
Rapat Badan Pusat Pengawasan Penyakit Menular Virus Corona Jepang dipimpin PM Jepang Shinzo Abe, Sabtu (11/4/2020) sore. (Foto Jiji)

Pertemuan Menteri Kesehatan G20 dijadwalkan diadakan di Arab Saudi.

Namun karena penyebaran infeksi virus corona, pertemuan tersebut diadakan dalam format video conference, dan Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Kato berpartisipasi dari Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved