Senin, 19 Januari 2026

Virus Corona

Profesor Jepang Bantah Pernah Sebut Covid-19 Artifisial Buatan Manusia dari Laboratorium Wuhan

Baru-baru ini muncul berita mengejutkan di berbagai media bahwa sang profesor menyatakan Covid adalah virus buatan manusia dari laboratorium Wuhan.

Editor: Dewi Agustina
Asahi
Prof Tasuku Honjo (78) seorang ahli imunologi dari Universitas Kyoto Jepang dan pemenang Hadiah Nobel yang terkenal karena risetnya dalam mengidentifikasi protein kematian sel terprogram. Dia juga dikenal karena identifikasi molekul sitokin serta penemuan proses AID yang sang mempengaruhi proses pengalihan kelas antibodi dan hipermutasi somatik. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Tasuku Honjo (78), seorang ahli imunologi dari Universitas Kyoto Jepang membantah kabar yang beredar di media bahwa dirinya pernah mengungkapkan Covid-19 Artifisial buatan manusia dari Laboratorium Wuhan China.

"Fake news itu, semua berita mengenai saya yang beredar belakangan ini di media barat itu bohong, semuanya tidak benar. Termasuk juga Covid-19 Artifisial buatan manusia dari Laboratorium Wuhan China, tidak benar," kata Prof Tasuku Honjo, pemenang hadiah Nobel ini kepada Tribunnews.com, Senin (27/4/2020).

Baru-baru ini muncul berita mengejutkan di berbagai media bahwa sang profesor menyatakan Covid adalah virus buatan manusia dari laboratorium Wuhan China.

Berbagai berita tersebut menuliskan sebagai berikut:

"Saya telah melakukan 40 tahun penelitian tentang hewan dan virus. Itu tidak alami. Ini dibuat dan virus ini sepenuhnya buatan. Saya telah bekerja selama 4 tahun di laboratorium Wuhan di Cina."

"Saya sepenuhnya kenal dengan semua staf laboratorium itu. Saya telah menelepon mereka semua, setelah Coronavirus muncul. Tetapi semua ponsel mereka mati selama 3 bulan terakhir. Sekarang dipahami bahwa semua teknisi laboratorium ini telah meninggal."

"Berdasarkan semua pengetahuan dan penelitian saya sampai saat ini, saya dapat mengatakan ini dengan keyakinan 100 persen bahwa Coronavirus tidak alami. Itu tidak datang dari kelelawar. China memproduksinya."

Baca: Nasib Satpam yang Terjebak Dalam Kebakaran di Gereja Christ Cathedral Gading Serpong

"Jika apa yang saya katakan hari ini terbukti salah sekarang atau bahkan setelah kematian saya, pemerintah dapat menarik Hadiah Nobel saya. China berbohong dan kebenaran ini suatu hari akan diungkapkan kepada semua orang."

"Semua yang diberitakan itu bohong, tidak benar itu," kata Prof Tasuku Honjo menanggapi pemberitaan media yang memuat pernyataan dirinya terkait covid-19.

Sang profesor memang mengakui bahwa original virus berasal dari China.

"China akan memiliki peran besar untuk dimainkan. Penyakit itu berasal dari Tiongkok, tetapi negara itu akan menjadi yang pertama pulih dari penyakit itu juga. Saya tidak bisa mengatakan apakah ini akan meningkatkan pengaruh China atau apakah dunia akan menjauhi China, tetapi ada kemungkinan bahwa tatanan global bergeser selama wabah," ungkapnya.

Menurutnya saat ini adalah keadaan darurat yang luar biasa dan tantangan besar bagi Jepang.

"Banyak nyawa telah hilang, dan ekonomi global telah terpukul luar biasa. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa meminimalkan dampaknya. Sepertinya kita terjebak di lumpur, jadi kita harus berpikir keras tentang bagaimana kita bisa menghindarinya. Ini akan menjadi kompetisi di mana negara dapat dengan cepat mengakhiri krisis, dan untuk melakukan itu, kita perlu mengendalikan infeksi. Kami ingin menghindari lonjakan pasien dan keruntuhan sistem perawatan kesehatan," ujar dia.

Baca: Eloknya Pesona 7 Pulau Paling Indah di Dunia Tanpa Kasus Covid-19

Profesor Tasuku Honjo mengakui banyak orang panik karena covid-19 bisa menimbulkan kematian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved