Breaking News:

Virus Corona

Ketua Keidanren Jepang: Hanko Omong Kosong di Era Digital

Teleworks menurutnya diperlukan dan bahwa perlu datang ke kantor untuk mendapatkan hanko pada dokumen adalah omong kosong.

Richard Susilo
Ketua Keidanren (Federasi Organisasi Ekonomi) Jepang Hiroaki Nakanishi (74) yang juga Chairman Hitachi Ltd. Japan 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketua Keidanren (Federasi Organisasi Ekonomi) Jepang Hiroaki Nakanishi (74) yang juga Chairman Hitachi Ltd. Japan dalam jumpa persnya Senin kemarin (27/4/2020) menekankan bahwa penggunaan Hanko (cap identitas diri) adalah omong kosong di zaman digital sekarang ini.

"Omong kosong dan tidak memenuhi era digital kalau tetap pakai hanko. Praktik menggunakan hanko dalam dokumen adalah hambatan bagi penyebaran teleworks saat ini apalagi di era Pandemi Covid-19," tekan Nakanishi.

Teleworks menurutnya diperlukan dan bahwa perlu datang ke kantor untuk mendapatkan hanko pada dokumen adalah omong kosong.

"Saya pikir Hanko benar-benar omong kosong. Semua bisa ditandatangani secara digital. Saya tidak berpikir budaya mengandalkan jejak cocok untuk era digital saat ini," tekannya lagi.

Selain itu, Ketua Nakanishi mengatakan, "Tidak ada waktu untuk mengatakan bahwa itu adalah cap atau dokumen, sehubungan dengan manfaat berkelanjutan seperti maksimum 2 juta yen yang dibayarkan kepada perusahaan kecil dan menengah yang penjualannya turun secara signifikan."

Oleh karena itu tambahnya lagi, pemerintah harus menyederhanakan prosedur administrasi secara drastis agar semua cepat tersalurkan dengan baik.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved