Virus Corona

Pemindahan Awal Tahun Ajaran Baru Sekolah di Jepang ke Bulan September Menuai Pro dan Kontra

Usia muda sampai dengan 40 tahunan umumnya menentang pemindahan tahun ajaran baru ke bulan September 2020.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Data survei Nikkan Sports 30 April 2020 terhadap pendapat masyarakat atas pemindahan waktu sekolah ke bulan September 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Rencana pemerintah Jepang memindahkan awal tahun ajaran baru dari April ke bulan September 2020 menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Pemerintah lewat menteri pendidikan sedang mengumpulkan pendapat dari para ahli pendidikan. Para gubernur Jepang umumnya setuju pemindahan tahun ajaran baru sekolah ke bulan September 2020 sejak Jumat (1/5/2020) lalu.

Namun di masyarakat sendiri terpecah dua terutama dari segi usia masing-masing warga.

Usia muda sampai dengan 40 tahunan umumnya menentang pemindahan tahun ajaran baru ke bulan September 2020.

Baca: Fakta Begal Bunuh Sopir Taksi Online, Diciduk saat akan Jual Pretelan Mobil, Pakai Identitas Palsu

Namun usia 50 tahunan ke atas umumnya mendukung pemindahan tahun ajaran baru ke bulan September 2020.

Hasil survei Nikkan Sports per tanggal 30 April 2020 menunjukkan 55 persen anggota masyarakat Jepang menentang ke bulan September 2020.

Namun 41 persen masyarakat setuju pemindahan tahun ajaran baru sekolah ke tanggal 1 September 2020.

Sedangkan sisa responden menyatakan ke mana saja tak masalah.

Baca: Agar Badan Tak Lemas atau Terasa Berat untuk Beraktivitas di Bulan Puasa, Terapkan Tips Berikut Ini

Apabila melihat rincian lebih lanjut dari segi usia, maka usia muda menentang pemindahan tahun ajaran baru ke bulan September.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved