Kim Jong Un Sakit
Laporkan Kim Jong Un Sakit Parah, 2 Pembelot Korea Utara Akhirnya Minta Maaf
Dua pembelot Korea Utara meminta maaf karena menimbulkan spekulasi kondisi kesehatan Kim Jong Un.
TRIBUNNEWS.COM - Pembelot Korea Utara telah meminta maaf setelah mengatakan Kim Jong Un mungkin sakit parah.
Mantan Diplomat Senior Korea Utara itu juga melaporkan, Kim Jong Un tidak bisa berdiri.
Berita ini meluas beberapa hari sebelum Kim Jong Un muncul di media pemerintah.
Berdasar foto-foto yang beredar, Kim Jong Un terlihat merokok dan berjalan cepat di sebuah acara yang dihadiri oleh ratusan pejabat.
Dikutip Tribunnews dari The Guardian, Senin (4/5/2020), Kim Jong Un menghilang dari media pemerintah selama tiga minggu.
Baca: Misteri Kim Jong Un dan Baku Tembak di Perbatasan Korea
Baca: Masyarakat Panik kala Kim Jong Un Tak Muncul, Ini Alasan Kondisi Presiden Penting untuk Korea Utara
Mengingat ketidakhadirannya pada waktu yang sangat lama, mengakibatkan kekhawatiran akan terjadi suksesi yang tidak terduga.
Para pembelot Korea Utara itu berspekulasi bahwa Kim Jong Un menderita penyakit serius atau bahkan bisa mati.
Secara terpisah, media Korea Utara pada Sabtu (3/5/2020) menyiarkan video Kim Jong Un selama upacara pemotongan pita untuk peresmian pabrik pupuk.
Pembelot Korea Utara Minta Maaf
Satu di antara pembelot Korea Utara, Thae Yong-ho, yang merupakan mantan Wakil Duta Besar untuk Inggris mengeluarkan permintaan maaf.
"Saya sadar bahwa salah satu alasan mengapa banyak dari Anda memilih saya sebagai anggota parlemen adalah dengan harapan analisis dan proyeksi yang akurat tentang masalah Korea Utara," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Saya merasakan kesalahan dan tanggung jawab yang berat," paparnya.
"Apa pun alasannya, aku meminta maaf kepada semua orang," ungkapnya.
Seorang pembelot terkemuka lainnya yang terpilih di parlemen untuk oposisi, Ji Seong Ho buka suara.
Ji mengatakan dalam sebuah wawancara media bahwa ia 99 persen yakin bahwa Kim Jong Un telah meninggal setelah operasi kardiovaskular.
"Saya telah merenungkan diri selama beberapa hari terakhir, dan merasakan beratnya posisi saya," kata Ji dalam sebuah pernyataan.
"Sebagai tokoh publik, saya akan bersikap hati-hati untuk melangkah," paparnya.
Baca: VIDEO Pergelangan Tangan Kanan Kim Jong Un Tunjukkan Tanda Bekas Luka
Baca: Ini Alasan Mengapa Kondisi Kesehatan Kim Jong Un Penting bagi Korea Utara
Lebih jauh, Ji mengatakan, pada Jumat (1/5/2020), bahwa dia telah menerima informasi tentang kematian Kim Jong Un dari sumber yang tidak bisa dia ungkapkan.
Dikritik karena Ceroboh
Partai Demokrat yang berkuasa di Korea Selatan mengkritik para pembelot tersebut karena kecerobohannya.
Satu di antara anggota partai mendesak mereka untuk dikeluarkan dari komite intelijen dan pertahanan.
Sementara yang lain mengatakan para pembelot berkontribusi sedikit bagi masyarakat Korea Selatan.
Partai Ji mengakui bahwa dia telah membuat pernyataan 'gegabah, ceroboh'.
Tetapi mengkritik partai yang berkuasa karena merusak keduanya dan 'memicu kebencian' terhadap mereka.
Kesalahan ini menyoroti sulitnya mendapatkan informasi yang dapat dipercaya tentang Korea Utara.
Sebagaimana diketahui, Korea Utara merupakan negara yang penuh rahasia selama puluhan tahun.
Korea Utara juga terus mengendalikan informasi, dan berita tentang kesehatan serta keberadaan pemimpinnya dibagikan hanya dengan segelintir pembantu yang paling tepercaya.
Korea Selatan Imbau untuk Hati-hati terhadap Spekulasi Kim Jong Un
Secara terpisah, pemerintah Korea Selatan mengumpulkan intelijen dari berbagai sumber, mendesak kehati-hatian pada spekulasi tentang kesehatan Kim Jong Un.
Pemerintah mengatakan tidak melihat tanda-tanda sesuatu yang serius telah terjadi.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kim-jong-un-gunting-pita.jpg)