Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Hantam Basis Komala di Erbil Irak Utara, Kelompok Dianggap Ancam Keamanan Nasional

Kelompok separatis Komala mengklaim menjadi target serangan rudal Iran di wilayah Erbil, Irak utara,

Tayang:
tangkapan layar
RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. (PressTV). Kelompok separatis Komala mengklaim menjadi target serangan rudal Iran di wilayah Erbil, Irak utara, 


Teaser

Ringkasan Berita:
  • Dua rudal dilaporkan menghantam posisi kelompok Komala di Lembah Alana, Erbil.
  • Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, hanya kerusakan material.
  • Insiden terjadi saat situasi regional masih tegang meski gencatan senjata mulai berlaku sejak April lalu.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kelompok separatis mengklaim bahwa rudal Iran menargetkan markas mereka di provinsi Erbil, Irak utara, pada Rabu pagi (3/6/2026)

Serangan tersebut di tengah memanasnya ketegangan kawasan pasca-konflik besar antara Iran, AS, dan Israel.

Serangan disebut menghantam posisi kelompok Komala yang berada di kawasan Lembah Alana.

Seorang pemimpin kelompok Komala mengatakan kepada penyiar lokal bahwa sedikitnya dua rudal menghantam area markas mereka.

Meski demikian, serangan tersebut disebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Visa AS Belum Terbit, Peluang Iran Tampil di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya

“Serangan hanya menyebabkan kerusakan material,” ujar pejabat kelompok itu dalam keterangannya, mengutip Anadolu Agency, Rabu (3/6/2026).

Kelompok Komala sendiri telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Iran.

Tehran selama ini menuduh kelompok tersebut terlibat dalam aktivitas separatis.

Bahkan Kelompok Komala juga dianggap mengancam keamanan nasional Iran.

Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak akhir Februari 2026 lalu. 

Konflik memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior dan pejabat pemerintah.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April 2026, upaya untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih luas hingga kini belum membuahkan hasil.

(*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved