Selasa, 2 Juni 2026

Virus Corona

PM Giuseppe Conte Menghadapi Kritik setelah Lockdown Italia Mulai Dibuka

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menghadapi kritik setelah negara tersebut mulai melonggarkan lockdown.

Tayang:
Editor: bunga pradipta p
channelnewsasia.com
Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte Menghadapi Kritik setelah Lockdown Italia Mulai Dibuka Kembali 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menghadapi kritik setelah negara tersebut mulai melonggarkan lockdown.

Diketahui, rival politik Conte melawan strateginya untuk mengakhiri lockdown nasional yang sedang dipermudah untuk pertama kalinya pada Senin (4/5/2020).

Dikutip Tribunnews dari Bloomberg, Senin (4/5/2020), hampir dua bulan pembatasan yang memukul ekonomi dan mengikat Italia dalam resesi.

Lebih jauh, tekanan untuk mempercepat pembukaan kembali kemungkinan akan meningkat setelah kematian baru dan infeksi virus turun ke level terendah sejak penutupan dimulai pada 10 Maret 2020.

Conte, seorang profesor hukum yang menjabat pada tahun 2018, pada Minggu (3/5/2020) bersikeras bahwa koalisi pemerintahan solid.

Meski ada kritik luas terhadap pemerintahnya, dia dilaporkan sangat berhati-hati.

Baca: PM Giuseppe Conte Umumkan Italia Tetap Lockdown hingga 3 Mei 2020

Baca: Viral Foto PM Italia Menangis karena Telat Lockdown, Ternyata Hoax, Ini Fakta Sebenarnya

"Ada kekecewaan di antara banyak operator ekonomi," kata Conte kepada surat kabar La Stampa.

“Aku mengerti mereka. Tetapi untuk memulai kembali siklus ekonomi barang dan jasa yang kurang penting, kami membutuhkan pelanggan untuk merasa aman dan terlindungi," terangnya.

PM Giuseppe Conte - PM Giuseppe Conte Menghadapi Kritik setelah Lockdown Italia Mulai Dibuka Kembali
PM Giuseppe Conte - PM Giuseppe Conte Menghadapi Kritik setelah Lockdown Italia Mulai Dibuka Kembali (CNN)

Ancaman Menarik Dukungan untuk Conte

Lebih jauh, mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, yang memimpin partai koalisi junior menyampaikan ancamannya untuk menarik dukungan bagi pemerintah.

Menurut wawancara dengan Corriere della Sera, terutama jika Conte gagal mengatasi kejatuhan ekonomi.

Italia menempati, ekonomi terbesar ketiga di kawasan euro.

Negara tersebut mengalami penyusutan sekira 4,7 persen pada kuartal pertama.

Ini merupakan penurunan terbesar sejak seri dimulai pada 1995.

Lebih lanjut, angka yang diterbitkan Senin oleh IHS Markit menunjukkan manufaktur di Italia menyusut pada laju tercepat sejak seri dimulai pada 1997.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved