Ayah dan Anak Didakwa Pembunuhan setelah Menembak Ahmaud Arbery saat Jogging
Ayah dan anak laki-laki ditangkap dan didakwa atas penembakan yang menewaskan Ahmaoud Arbery di negara bagian Georgia, AS pada Februari 2020 kemarin.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Klip 36 detik diambil dari kendaraan setelah truk pick-up dikatakan terlibat dalam insiden tersebut.
Ini menunjukkan seorang pria jogging dan kemudian mendekati stasioner pick-up dari belakang.
Dia mencoba memotong truk dan kemudian terlihat berjuang dengan seorang pria yang membawa senapan.
Ada teriakan teredam dan tembakan senapan terdengar.
Pria kedua sedang berdiri di tempat tidur mobil pick-up. Ia kemudian menunjukkan pistol dan berdiri di samping pria bersenjata lainnya dengan pelari tidak lagi terlihat.
Tanggapan Keluarga Arbery

Lebih lanjut, ayahanda korban mengatakan kepada PBS Newshour pada Kamis, putranya berolahraga di daerah itu setiap hari dan tinggal di seberang jalan di rumah ibunya.
"Aku tidak tahu mengapa mereka melakukan rasial terhadap dirinya dan melakukannya seperti itu," kata ayanda Arbery, Marcus Arbery.
"Karena yang dia lakukan hanyalah berolahraga dan berlari serta merawat tubuhnya, karena dia memiliki mimpi," ungkapnya.
"Sekarang semua mimpinya hilang, karena mereka merenggut nyawanya," tegasnya.
Kata Pengacara
Ditanya tentang saran bahwa putranya bisa terlibat dalam perampokan, Mr Arbery mengatakan bahwa "hanya bohong dan ditutup-tutupi".
"Video itu berbicara semuanya untuk dirinya sendiri," katanya.
"Periksa gerombolan penjahat itu keluar."
Secara teterpisah, pengacara keluarga, Benjamin Crump, mengatakan rekaman itu menunjukkan "eksekusi yang mengerikan".
Crump juga mengklaim Gregory McMichael pada awalnya tidak didakwa karena ia telah bekerja sebagai petugas polisi dan seorang detektif untuk pengacara distrik setempat selama lebih dari 30 tahun.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)