Virus Corona

Department Store Terbesar di Jepang, Isetan Mitsukoshi Merugi 11,1 Miliar Yen

Meski begitu, perusahaan tetap untung dari April hingga Desember 2019, tetapi situasinya berubah sepenuhnya karena pengaruh corona pada Januari.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Markas besar departement store terbesar Mitsukoshi di Ginza Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Departemen store terbesar di Jepang, Isetan Mitsukoshi Holdings mengumumkan mengalami kerugian 11,1 miliar yen.

"Alasan defisit bukan hanya pengaruh virus corona saja, tetapi memang karena nilai penjualan sampai dengan 31 Maret 2020 mengalami penurunan drastis," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (11/5/2020).

Menurut revisi perkiraan laba yang diumumkan pada 27 April, penjualan bersih untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2020 adalah minus 1 triliun 119 miliar yen (turun 6,5 persen dari tahun sebelumnya), dan laba bersih adalah minus 11,1 miliar yen yang sebelumnya diharapkan bisa mencapai 13,4 miliar yen.

"Kesediaan konsumen untuk membeli, terutama di daerah pedesaan, telah dingin (malas belanja)," tambahnya.

Markas besar departement store terbesar Mitsukoshi di Ginza Tokyo.
Markas besar departement store terbesar Mitsukoshi di Ginza Tokyo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Demikian pula kenaikan pajak konsumsi pada Oktober 2019 dari 8 persen menjadi 10 persen dan musim dingin yang hangat tumpang tindih semakin mengurangi nilai penjualan.

Meski begitu, perusahaan tetap untung dari April hingga Desember 2019, tetapi situasinya berubah sepenuhnya karena pengaruh corona pada Januari hingga Maret 2020.

Terutama di bulan Maret, beberapa toko terpaksa tutup dan penjualan turun tajam.

Karena penurunan nilai fasilitas toko, kerugian luar biasa sebesar 10,4 miliar yen dicatat dan aset pajak tangguhan sekitar 6,9 miliar dipaksa menekan neraca keuangan.

Baca: Pahami Masalah Roy Kiyoshi, Kriss Hatta: Rata-rata Pekerja di Dunia Hiburan Susah Tidur

Menyusul munculnya deklarasi keadaan darurat, perusahaan sementara menutup 6 department store dan semua toko kecil sejak 8 April 2020 dan kemungkinan tahun fiskal yang berakhir Maret 2021 akan memiliki kinerja yang sangat sulit.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved