Sarubobo, Boneka Anak Monyet yang Jadi Jimat Orang Jepang

Jimat Jepang ini berbentuk boneka merah seperti manusia, tanpa fitur wajah (polos), dibuat dalam berbagai ukuran.

Foto Hendrakaka
Berbagai boneka Sarubobo di sebuah toko di Takayama Perfektur Gifu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Orang Jepang suka berbagai macam jimat. Salah satunya adalah boneka Sarubobo atau anak (bayi) monyet yang banyak dijumpai di wilayah Hida, Kota Takayama, Perfektur Gifu.

Jimat Jepang ini berbentuk boneka merah seperti manusia, tanpa fitur wajah (polos), dibuat dalam berbagai ukuran.

Secara tradisional, sarubobo dibuat oleh nenek untuk cucu mereka sebagai boneka, dan untuk anak perempuan mereka sebagai pesona untuk pernikahan yang baik, anak-anak yang baik dan untuk memastikan pasangan yang berpengetahuan luas.

Sarubobo secara harfiah diterjemahkan dari bahasa Jepang sebagai "monyet bayi".

"Saru" adalah kata Jepang untuk monyet, dan "bobo" adalah kata untuk bayi dalam dialek Takayama.

Ada beberapa alasan mengapa jimat memiliki nama ini.

Sarubobo dikaitkan dengan tiga keinginan:

1. Perlindungan dari hal-hal buruk.

Dengan kepemilikan boneka tersebut muncul keinginan untuk perlindungan manusia dari hal-hal yang buruk.

Berbagai boneka Sarubobo di sebuah toko di Takayama Perfektur Gifu.
Berbagai boneka Sarubobo di sebuah toko di Takayama Perfektur Gifu. (Foto Hendrakaka)
Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved