Virus Corona

Hati-hati 3 Situs Pemerintah Jepang Dipalsukan Untuk Mencuri Data

situs palsu yang terlihat sama dengan beranda kota Yokohama juga dikonfirmasi, dan itu tidak bisa dibedakan kecuali untuk alamat URL yang diakhiri

Richard Susilo
Shigetoshi Kobayashi, Manajer Divisi Hubungan Masyarakat Kota Yokohama 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tiga situs pemerintah dipalsukan yaitu situs pemda Yokohama, Kobe dan Sapporo, dimaksudkan untuk mencuri data masyarakat.

"Ingatlah saat ini karena ada banyak orang yang ingin mengakses situs web untuk informasi tentang virus corona baru dan aplikasi untuk mendapatkan manfaat, jadi mungkin karena itulah penjahat membuat situs palsu untuk mencuri data dan maksud penipuan lainnya," papar Shigetoshi Kobayashi, Manajer Divisi Hubungan Masyarakat Kota YokohamaKamis ini (14/5/2020).

Situs-situs palsu yang terlihat persis sama dengan situs web lembaga dan perusahaan publik Jepang, seperti Yokohama, Kobe dan Sapporo, telah ditemukan, dan "Cabinet Cyber Security Center" menyerukan kehati-hatian karena dapat disalahgunakan untuk kejahatan dunia maya.

Menurut kota Yokohama, situs palsu yang terlihat sama dengan beranda kota Yokohama juga dikonfirmasi, dan itu tidak bisa dibedakan kecuali untuk alamat URL yang diakhiri dengan "tk".

Pemda meminta konfirmasi yang hati-hati bagi masyarakat mengenai URL yang di aksesnya ketika menelusuri halaman situs tersebut.

Akan muncul resiko informasi pribadi dapat diekstraksi jika diakses secara sembarangan.

URL yang benar adalah "city.yokohama.lg.jp" atau "city.yokohama.jp".

Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hatilah untuk situs-situs yang palsu demikian serta perhatian baik-baik alamat URL yang bersangkutan.

"Jangan mengakses dengan mudah jika alamat halamansitus (URL) memiliki karakter yang menunjukkan negara asing di akhir alamat URL tersebut."

Di Internet, menurut Suga, banyak homepage yang meniru institusi dan perusahaan publik Jepang telah dikonfirmasi, dan Pusat Keamanan Cyber Kabinet, disiagakan kepada publik melalui SNS dan langkah-langkah yang tepat akan diambil.

"Jika Anda melihat nama negara yang tidak dikenal di akhir alamat beranda, tolong jangan mengaksesnya dengan mudah dan periksa alamat situs yang sebenarnya. Meskipun situs tersebut belum diterima, ada kemungkinan situs tersebut dapat digunakan untuk penjahat, dan keperluan tidak baik lainnya. Pemerintah terus berupaya untuk memahami situasi dan meminta perhatian masyarakat."

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved