Breaking News:

Gara-gara Twitter, Perintah Eksekutif AS untuk Tertibkan Medsos akan Ditandatangani Kamis Ini

Langkah ini diambil setelah Twitter yang biasa menjadi platform medsos 'favorit Trump' melabeli cuitan orang nomor 1 di AS itu dengan 'fact-checks'.

MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara saat pengarahan harian tentang virus corona di Brady Briefing Room di Gedung Putih Washington, DC. pada 23 April 2020 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya telah mengancam akan memberlakukan peraturan ketat atau bahkan menutup situs media sosial (medsos), termasuk Twitter.

Langkah ini diambil setelah Twitter yang biasa menjadi platform medsos 'favorit Trump' melabeli cuitan orang nomor 1 di AS itu dengan 'fact-checks'.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (28/5/2020), Trump akan menandatangani surat perintah eksekutif yang berkaitan dengan medsos itu 'segera'.

Baca: Cuitan Diberikan Label Cek Fakta oleh Twitter, Trump Ancam Atur Ulang Penggunaan Medsos

Seperti yang disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany kepada wartawan lokal pada Rabu kemarin.

McEnany mengatakan bahwa belum jelas apakah Trump akan menandatangani perintah itu di dalam pesawat saat terbang dari Kennedy Space Center atau saat ia kembali ke Gedung Putih.

Namun, Direktur Gedung Putih bagian Komunikasi Strategis Alyssa Farah mengonfirmasi bahwa penandatanganan tersebut akan dilakukan pada Kamis waktu setempat.

Trump menyatakan bahwa platform medsos termasuk Twitter telah berusaha menyensor dan mempengaruhi warga Amerika menjelang pemilihan pada November ini.

Ia menambahkan bahwa sejumlah platform telah melakukan hal yang sama pada tahun 2016 silam.

Kemudian pada Selasa lalu, Trump menuding Twitter mencampuri urusan pemilu 2020 karena menerapkan label 'fact-checks' ke dua cuitannya yang menyebut bahwa surat suara akan menyebabkan 'kecurangan' dalam pemilihan November mendatang.

Ia kemudian mengisyaratkan bahwa 'aksi besar' akan segera menyusul bagi medsos-medsos yang berseberangan dengannya.

Berita Populer
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved