Breaking News:

Virus Corona

GDP Jepang April-Juni 2020 Diprediksi Minus 20 Persen

Sudah mencapai minus 3,5 persen, untuk perhitungan sampai dengan akhir Juni 2020 mendatang, ahli ekonomi memperkirakan bisa minus 20 persen.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Suasana persimpangan Hachiko Shibuya Tokyo Jepang, Jumat (29/5/2020) kembali ramai. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gross Domestic Product (GDP) Jepang untuk April - Juni 2020 diperkirakan bakal minus 20 persen karena perekonomian tak bisa berjalan dengan mulus akibat pandemi corona.

"GDP Jepang diperkirakan bisa mencapai minus 20 persen nantinya per 1 Juli 2020 karena benar-benar parah perekonomian kali ini akibat pandemi corona," papar sumber Tribunnews.com dari sebuah lembaga penelitian ekonomi Jepang yang tak mau disebutkan jati dirinya, Sabtu (30/5/2020).

"Bukan hanya perekonomian dalam negeri yang tidak bisa berputar mulus, juga terkait perdagangan ke luar negeri dan di luar negeri pun, misalnya di AS, juga semakin menurun drastis perekonomiannya. Tak ada daerah yang memiliki perekonomian baik saat ini," jelasnya.

Suasana persimpangan Hachiko Shibuya Tokyo Jepang, Jumat (29/5/2020) kembali ramai.
Suasana persimpangan Hachiko Shibuya Tokyo Jepang, Jumat (29/5/2020) kembali ramai. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Dari Januari hingga Maret 2020, GDP telah menurun 0,9 persen dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya, atau minus 3,5 persen per 1 April 2020 dalam hal tingkat pertumbuhan tahunan.

Sudah mencapai minus 3,5 persen, untuk perhitungan sampai dengan akhir Juni 2020 mendatang, ahli ekonomi tersebut memperkirakan bisa minus 20 persen.

Baca: Akui Terjangkit Corona, Mantan Pelatih Liverpool Ungkap Rasanya Seperti Mendaki Gunung Kilimanjaro

"Keadaan ekonomi dunia parah dalam waktu dekat ini termasuk Jepang yang harus menguras cadangan keuangannya untuk antisipasi pandemi corona sebagai fokus utama yang memakan ratusan triliun yen bahkan seperempat GDP nasionalnya," ujarnya.

Seperti diumumkan PM Jepang Shinzo Abe 25 Mei lalu, anggaran antisipasi Jepang terkait pandemi corona termasuk untuk mengangkat kembali para pengusaha Jepang, mencapai lebih dari 200 triliun yen yang dianggarkan pada anggaran tambahan pertama dan anggaran tambahan kedua tahun fiskal ini.

Sementara infeksi corona semakin meningkat lagi di Tokyo, dengan korban kemarin bertambah 22 orang.

Kenaikan pertambahan korban terinfeksi berturut setiap hari selama minggu ini sejak Senin lalu.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved