Breaking News:

Virus Corona

Perusahaan Penerbangan di Jepang Berhak Menolak Penumpang Tanpa Masker

Perusahaan maskapai mengantisipasi pemulihan permintaan dan mengambil langkah untuk mencegah infeksi, seperti menghindari kontak dengan pelanggan.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Bagian ruang tunggu sebelum masuk pesawat di Bandara Haneda, Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang penumpang yang tidak mengenakan masker dapat ditolak masuk ke dalam pesawat. Maskapai penerbangan ANA dan JAL kembali aktif melakukan penerbangan dalam negeri di Jepang.

"Kita dapat menolak seorang penumpang kalau menolak pakai masker apabila memasuki pesawat. Kalau tak punya masker disediakan pihak penerbangan," kata Uchiyama, seorang petugas Bandara Haneda kepada Tribunnews.com, Senin (1/6/2020).

Untuk memperkuat langkah-langkah mencegah infeksi penyebaran virus corona, ANA, sebuah maskapai penerbangan Jepang mengharuskan penumpang untuk mengenakan masker, mulai dari memasuki bandara sampai ke dalam pesawat.

Daerah karantina Bandara Haneda Jepang.
Daerah karantina Bandara Haneda Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Menanggapi pencabutan deklarasi darurat nasional, perusahaan maskapai mengantisipasi pemulihan permintaan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah infeksi, seperti menghindari kontak dengan pelanggan.

Dari jumlah tersebut, ANA berencana untuk meningkatkan jumlah penerbangan domestik bulan ini sekitar 15 persen dibandingkan bulan Mei.

Baca: Langkah Kedua di Tokyo Jepang Dimulai: Sekolah, Teater, Bioskop Hingga Tempat Usaha Dibuka Kembali

Selain itu mengharuskan penumpang selalu mengenakan masker pada penerbangan sejak hari pertama dan seterusnya.

"Kami akan memberikan masker sekali pakai kepada pelanggan yang tidak memiliki masker, tetapi kecuali kami menerima bayi atau ada alasan khusus. Kalau tidak demikian kami dapat menolak naik," kata seorang petugas ANA.

Selain itu, petugas kabin dan personel darat akan mengenakan masker, jika perlu, mengenakan sarung tangan dan pelindung wajah (face shield) untuk melayani pelanggan, dan juga saat penumpang menyerahkan tiket di gerbang keberangkatan.

Karpet memasuki kawasan karantina Bandara Haneda Jepang.
Karpet memasuki kawasan karantina Bandara Haneda Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Selain itu, pesawat penumpang memiliki mekanisme agar udara di dalam pesawat dapat diganti dalam 2 hingga 3 menit, dan meja, kursi serta sandaran lengan disterilkan secara menyeluruh baik di dalam negeri maupun internasional.

Di sisi lain, Japan Airlines telah mulai meminta untuk memakai masker dari tanggal 1 Juni ini, dan jumlah penumpang yang dapat naik sekaligus dibatasi hingga 20 orang.

Baca: AHY Tunjukkan Betapa Prihatinnya Hidup SBY Muda kepada Almira, Kamar Tidur Sempit Jadi Saksi

Seorang pria berusia 70-an yang menaiki pesawat ke Tottori berkata, "Saya pikir beberapa langkah diperlukan karena beberapa orang tidak peduli dengan risiko infeksi."

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved