Breaking News:

Virus Corona

Pembukaan Penerbangan Rute Indonesia - Jepang Paling Cepat Setelah Agustus 2020

Pihak Jepang juga sangat berharap agar pandemi di Indoensia dapat mereda sehingga pembukaan hubungan penerbangan secara normal kembali dilakukan.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pintu selamat datang ke Tokyo Jepang di Bandara Narita dengan gambar dua tokoh karakter Olimpiade 2020 Miraitowa (lelaki/kiri) dan Someity (kanan warna merah). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pembukaan penerbangan antara Jepang dengan 4 negara telah diumumkan Senin (1/6/2020) kemarin.

Lalu bagaimaan dengan Indonesia, kapan penerbangan normal lagi dan visa masuk ke Jepang?

"Kemarin kita resmi mengumumkan pembukaan kembali penerbangan dan visa masuk ke Jepang bagi 4 negara yaitu Thailand, Vietnam, Australia dan Selandia Baru. Namun itu baru akan dilaksanakan Agustus mendatang karena perlu persiapan di banyak bidang termasuk di bagian imigrasi," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (2/6/2020).

Apa yang jadi faktor pertimbangan pembukaan normal kembali penerbangan kedua negara antara Jepang dengan 4 negara luar itu?

Bandara Narita kosong hari ini sangat sedikit sekali penumpang
Bandara Narita kosong hari ini sangat sedikit sekali penumpang (NHK)

"Tentu saja paling utama adalah jumlah infeksi di negara yang bersangkutan kita lihat relatif sedikit, aman normal kembali dengan berbagai antisipasi yang dilakukan mereka. Meskipun demikian antisipasi pintu masuk ke Jepang nantinya juga akan cukup ketat antara lain dengan mendeteksi suhu badan dengan alat canggih Jepang," lanjutnya.

Belum lagi persiapan karantina bagi yang terdeteksi ternyata terinfeksi virus Covid-19, akan langsung menjalani karantina setiba di Jepang.

"Jadi banyak yang harus disiapkan, mulai teknis imigrasi, persyaratan ketentuan baru untuk masuk ke Jepang, persiapan medis, dan sebagainya perlu dilakukan untuk menormalkan kembali penerbangan dua negara," ujar dia.

Baca: Ade Armando: Harusnya Din Syamsuddin yang Minta Maaf ke Publik

Ditambah lagi, perkembangan pandemi corona belum ada yang tahu bagi kedua negara, bagi Jepang dan negara lain.

"Jadi kita juga tetap fokus perhatikan pandemi corona ini agar tetap dapat diredam serendah mungkin sambil menantikan vaksin yang akan ke luar nantinya," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved