Breaking News:

Virus Corona

WHO: Tidak Ada Bukti Covid-19 Tak Mematikan Lagi, Bantah Dokter Italia

Dokter Italia itu mengatakan, virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19 telah kehilangan potensi.

TARSO SARRAF / AFP
Petugas kesehatan dari layanan tanggap darurat medis membawa Eladio Lopes Brasil (79), yang terinfeksi virus corona baru, dengan tandu yang akan dipindahkan dengan kapal ambulans dari komunitas Portel ke rumah sakit di Breves, di pulau Marajo, negara bagian Para, Brasil, pada 25 Mei 2020. Layanan kapal ambulan memungkinkan pasien COVID-19 yang kritis dipindahkan di daerah yang sangat terpencil yang dikelilingi oleh air di Brasil. 

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA -- Para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai ilmuwan lain mengatakan tidak ada bukti ilmiah virus Corona (Covid-19) kini kehilangan potensinya atau tidak mematikan lagi seperti awal penyebarannya.

Hal ini menanggapi dokter senior Italia sekaligus kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Alberto Zangrillo.

Dokter Italia itu mengatakan, virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19 telah kehilangan potensi.

Ahli Epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, serta beberapa ahli virus dan penyakit menular, mengatakan, argumentasi Zangrillo tidak didukung oleh bukti ilmiah.

"Tidak ada data menunjukkan virus corona berubah secara signifikan, baik dalam bentuk transmisi atau dalam tingkat keparahan penyakit seperti yang dikatakannya," kata mereka, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/6/2020).

"Dalam hal penularan, tidak berubah, dalam hal keparahan, juga tidak ada berubah," jelas Van Kerkhove kepada wartawan.

Sejauh ini Covid-19 telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan menginfeksi lebih dari 6 juta orag di dunia.

Baca: Fakta Klaim Obat Corona dari China yang Dipesan Gubernur Maluku, Berbentuk Herbal & Dibagikan ke RS

Martin Hibberd, seorang profesor penyakit menular di London School of Hygiene & Tropical Medicine, melihat perubahan genetik virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 tidak mendukung gagasan bahwa hal itu menjadi kurang ampuh, atau melemah dengan cara apapun.

"Dengan data dari lebih dari 35.000 genom virus, yang ada saat ini tidak ada bukti bahwa ada perbedaan yang signifikan terkait tingkat keparahannya, " katanya dalam sebuah pesan email.

Baca: WHO Punya Perkiraan Puncak Kedua Pandemi Corona, Disebut Bakal Lebih Berbahaya

Zangrillo, yang merupakan dokter pribadi mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi, mengatakan komentarnya itu didukung oleh sebuah studi yang dilakukan oleh seorang ilmuwan, Massimo Clementi, yang akan diterbitkan minggu depan.

Zangrillo kepada Reuters mengatakan, "kami tidak pernah mengatakan virus telah berubah, kami mengatakan interaksi antara virus dan penderita telah pasti berubah."

"Pada kenyataannya, virus corona secara klinis tak ada lagi di Italia," ujarnya, Senin (1/6/2020).)(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved