Virus Corona

Covid-19 Bukan Satu-satunya Ancaman Kesehatan, WHO Ungkap Kemunculan Ebola Baru di Afrika

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom ungkap munculnya kembali virus ebola di Kongo membuktikan Covid-19 bukanlah satu-satunya ancaman kesehatan.

Penulis: Inza Maliana
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pandemi corona bukanlah satu-satunya ancaman kesehatan.

Hal itu merujuk pada merebaknya kembali virus ebola di negara bagian Afrika, Kongo.

"Ini adalah pengingat bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi orang," kata Dr Tedros Adhanom, melalui laman resmi WHO.

Ia mengumumkan, wabah baru penyakit virus Ebola terjadi di Wangata, Mbandaka, di Provinsi Équateur.

Menurutnya, wabah baru ebola muncul sejak negara itu mengalami kesulitan yang panjang dan komplek terkait virus ebola.

Terlebih, Kongo juga tengah berperang dalam melawan pandemi corona dan wabah campak terbesar di dunia.

Satu botol obat Remdesivir terletak saat konferensi pers tentang dimulainya penelitian obat Ebola Remdesivir pada pasien yang sakit parah di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman utara pada 8 April 2020
Satu botol obat Remdesivir terletak saat konferensi pers tentang dimulainya penelitian obat Ebola Remdesivir pada pasien yang sakit parah di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman utara pada 8 April 2020 (Ulrich Perrey / POOL / AFP)

Baca: Gejala Virus Ebola: Demam, Nyeri, Kelelahan hingga Masalah Pencernaan

Dalam laman WHO disebutkan, terdapat enam kasus Ebola yang sejauh ini terdeteksi di Wangata.

Di mana empat di antaranya meninggal dunia dan dua orang lainnya masih dalam perawatan.

Tiga dari enam kasus ini juga telah dikonfirmasi dengan uji laboratorim.

Oleh karena itu, pemerintah setempat akan melakukan identifikasi lebih lanjut dan meningkatkan pengawasannya.

"Meskipun banyak perhatian kita tertuju pada pandemi, WHO terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya," terang Dr Tedros.

Temuan wabah ini tercatat menjadi temuan yang ke-11 di Kongo, sejak virus pertama kali ditemukan di negara itu pada tahun 1976.

Foto Muller ini memotret kisah seorang pria yang berusaha melarikan diri dari pusat karantina virus ebola di Freetown, Sierra Leon pada 23 November 2014 lalu. Miris, pria itu meninggal tak lama setelah foto itu diambil.
Foto Muller ini memotret kisah seorang pria yang berusaha melarikan diri dari pusat karantina virus ebola di Freetown, Sierra Leon pada 23 November 2014 lalu. Miris, pria itu meninggal tak lama setelah foto itu diambil. (PETE MULLER |World Press Photo via Dailymail)

Baca: 8 Fakta Virus Ebola, Berasal dari Hewan Liar dan Menular dari Manusia ke Manusia

Kota Mbandaka dan daerah sekitarnya adalah tempat wabah Ebola ke-9 dari Kongo, yang terjadi sejak Mei hingga Juli 2018.

"Itu terjadi pada saat kita menghadapi banyak tantangan, tetapi WHO telah bekerja selama dua tahun terakhir dengan otoritas kesehatan, CDC Afrika dan mitra lainnya untuk memperkuat kapasitas nasional untuk menanggapi wabah," kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved