Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Seruan Mantan Presiden George W Bush Soal Peristiwa Tragis Aksi Demo di AS

Pembunuhan warga kulit hitam itu telah memicu gelombang ebsar kerusuhan sipil yang tidak pernah terlihat di AS, sejak 1968

AFP/Chandan Khanna
Seorang demonstran berbaring di tengah jalan bebas hambatan di depan barisan polisi saat warga melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Chandan Khanna 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Mantan Presiden George W Bush menyerukan kepada warga Amerika Serikat untuk melihat "kegagalan tragis," ketidakadilan rasial di Amerika.

Demikian Bush menanggapi gelombang unjuk rasa yang marak terjadi di Amerika Serikat (AS) selama seminggu terakhir.

"Ini tetap merupakan kegagalan mengejutkan banyak warga keturunan Afrika-Amerika, terutama pria keturunan Afrika-Amerika muda, diganggu dan terancam di negara mereka sendiri, " kata Bush dalam pernyataan yang mengekspresikan kesedihan atas kematian George Floyd, yang dicekik di bawah lutut seorang polisi kulit putih di Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Pembunuhan warga kulit hitam itu telah memicu gelombang ebsar kerusuhan sipil yang tidak pernah terlihat di AS, sejak 1968, saat pembunuhan pejuang Hak Asasi Manusia, Martin Luther King Jr.

Baca: Empat Polisi Tertembak, Demo di Amerika Kian Sulit Teratasi

"Tragedi ini, dalam serangkaian panjang tragedi yang sama, menimbulkan pertanyaan yang sudah lama tertunda, 'bagaimana kita mengakhiri rasisme sistemik dalam masyarakat kita'? " ujar Bush, yang pernah menjabat Presiden AS dari 2001-2009.

"Ini adalah waktunya untuk memeriksa kegagalan tragis kita," ucap Bush.

Sebagian besar aksi protes yang telah menyebar di seluruh Kota di AS sejak kematian Floyd telah berangsur damai, tetapi beberapa aksi telah merosot menjadi kerusuhan.

Sementara Presiden AS Donald Trump, yang telah menolak peran tradisional presiden sebagai kekuatan untuk kesatuan selama saat-saat krisis nasional, pada hari Senin mengancam akan menurunkan militer untuk mengakhiri aksi demonstrasi.

Meskipun demikian, Bush tidak menyebut nama rekannya dari Republik itu dalam pernyataannya.

Tapi Bush menekankan kebutuhan "untuk mendengarkan suara dari begitu banyak orang yang terluka dan berduka."

"Mereka yang ingin membungkam suara-suara itu tidak mengerti arti dari Amerika-atau bagaimana Amerika menjadi tempat yang lebih baik," katanya.

"Para pahlawan Amerika, dari Frederick Douglass ke Harriet Tubman, ke Abraham Lincoln, Martin Luther King Jr, mereka adalah pahlawan persatuan," tegasnya. (AFP/Channel News Asia)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved