Breaking News:

Virus Corona

Nama Perusahaannya Sama Dengan Virus, CEO di Jepang Minta Maaf kepada Keluarga Karyawan yang Dibully

Tidak sedikit keluarga karyawan yang diejek dan atau dibully masyarakat karena nama perusahaannya sama dengan nama penyakit virus Corona.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
halaman Muka Situs perusahaan Corona Jepang yang dibangun sejak 1937. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - CEO dan Presiden perusahaan elektronik besar di Jepang, Corona Corporation, Kazuyoshi Kobayashi, tanggal 13 Juni 2020 meminta maaf khususnya kepada keluarga karyawannya.

Pasalnya tidak sedikit keluarga karyawan yang diejek dan atau dibully masyarakat karena nama perusahaannya sama dengan nama penyakit virus Corona.

"Jika para keluarga bekerja di Corona, memiliki masalah, atau jika kamu memiliki sesuatu yang jadi masalah, saya benar-benar minta maaf. Karena baik keluarga maupun kalian semua tidaklah buruk. Kita memang memiliki "debu" di pekerjaan dengan nama Corona," ungkap Kobayashi meminta maaf.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (Freepik)

Ternyata tidak sedikit keluarga karyawannya, terutama anak-anak karyawan dibully di sekolahnya karena ayahnya bekerja di Corona Corporation yang namanya sama dengan nama penyakit Covid-19.

Menurut perusahaan, belum ada laporan kasus di mana anak-anak karyawan difitnah di sekolah sejak penyebaran virus corona, tetapi ada cerita tentang seorang anak yang pulang ke rumah karena merasa tertekan.

"Karena nama perusahaan itu mengingatkan kita pada coronavirus baru, kata-kata yang didengar keluarga dan anak-anak karyawan di sekolah dan di media kadang-kadang memang menyakitkan," katanya.

Baca: Sosok Bintang Emon, Namanya Trending, Sempat Sindir Kasus Novel Baswedan & Kini Dituding Pakai Sabu

Baca: Jangan Pernah Simpan Telur di Pintu Kulkas, Bahayanya Mengerikan Banget

Menurut perusahaan, nama perusahaan Corona dirancang oleh pendiri Tetsue Uchida sebagai perusahaan pembuat kerosene cooking stoves tahun 1937.

Produk yang dibuatnya memiliki kesamaan warna pelepasan seperti api korona, sehingga dengan cahaya biru kompor dan gambar atmosfer matahari "corona" dibuatlah nama perusahaan Corona, yang terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1935.

Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2020 yang diumumkan pada bulan Mei, penjualan perusahaan turun 5,4 persen dari tahun ke tahun menjadi 78,7 miliar yen.

Ilustrasi corona virus (Covid-19)
Ilustrasi corona virus (Covid-19) (shutterstock)

Dan laba bersih menunjukkan laba akhir turun 69,1 persen menjadi 300 juta yen, menghasilkan penjualan dan laba yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan berkembang menjadi pembuat peralatan pendingin udara dan peralatan rumah tangga.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved