Breaking News:

Virus Corona

Ninja Cafe Bar Jepang Targetkan Anak-anak dan Dewasa Dalam Negeri

Cafe tersebut menjual "pengalaman ninja", memulai bisnis yang dapat dinikmati tanpa khawatir tentang lingkungan, dengan orang tua dan anak-anak dalam

NHK
Ninja Cafe Bar di Asakusa Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Setelah Jepang kehilangan banyak turis asing akibat pandemi Corona, kini Ninja Cafe Bar yang ada di Asakusa Tokyo Jepang menargetkan anak-anak dan dewasa yang ada di dalam negeri Jepang dengan berbagai penampilan serta menu ninjanya.

"Jumlah wisatawan asing sangat berkurang dan manajemen toko ini cukup sulit. Saya senang toko akan menjadi taman bermain untuk anak-anak Jepang, tetapi itu bukan yang menguntungkan, jadi tetap masih menunggu turis asing sampai kembali normal. Ya paling-paling harus bersabar saja," papar owner Ninja Cafe Bar Tomoyuki Yan.

Cafe tersebut menjual "pengalaman ninja", memulai bisnis yang dapat dinikmati tanpa khawatir tentang lingkungan, dengan orang tua dan anak-anak dalam negeri.

Selain makanan berdasarkan menu ninja, kita dapat mengenakan kostum ninja dan di bawah bimbingan staf dengan pelatihan khusus shuriken (senjata bintang Ninja) dan Fukiya (senjata sumpit yang ditiup dan meluncurkan peluru tertentu biasa dipakai ninja).

"Kami juga menyediakan layanan yang memungkinkan Anda mengalami hal-hal seperti shuriken dan blowgun (fukiya) yang bisa dilakukan dengan bimbingan staf kami nantinya," tambahnya.

Sebelum penyebaran coronavirus baru, turis asing menyumbang sekitar 80% dari wisatawan, tetapi mereka terpaksa menutup toko selama dua bulan pada bulan Maret dan April.

Tanpa prospek pemulihan jumlah wisatawan asing, kami beralih ke strategi yang menargetkan orang tua dan anak-anak di Jepang untuk saat ini, dan memulai bisnis penyewaan tempat bagi orang yang ingin menikmati diri dalam suasana tanpa khawatir dengan lingkungan sekitar mereka.

Pada tanggal 16 Juni, tiga tamu dari Prefektur Chiba, seorang gadis berusia 4 tahun, seorang ibu, dan seorang nenek, mengenakan baju ninja dan melakukan latihan shuriken, blowgun, kemudian menikmati makanan ninja.

Sang ibu berkata, "Saya senang bisa mengalami ninja tanpa melangkah jauh. Saya khawatir tentang anak saya karena coronavirus baru belum surut, tetapi saya dapat menggunakannya dengan percaya diri karena tidak ada pelanggan lain saat berkunjung ke cafe ini."

Sementara itu buku non-fiksi Ninja Indonesia rencana akan diterbitkan Agustus 2020, segala sesuatu seluk beluk Ninja di Jepang. Info lengkap dapat dilihat di situs : http://ninjaindonesia.com/

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved