Virus Corona

Afrika Selatan Pertimbangkan Penggunaan Dexamethasone untuk Pasien Covid-19

Dexamethasone dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada pasien yang memakai ventilator dan oksigen

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
AFP/Justin Tallis
Seorang apoteker memegang sekotak tablet dexamethasone di sebuah toko kimia di London. Steroid dexamethasone pada Selasa (16/6/2020) diperlihatkan sebagai obat pertama yang secara signifikan mengurangi risiko kematian pada kasus pasien COVID-19 yang parah. Uji coba ini dipuji sebagai "terobosan besar" dalam perang melawan Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JOHANNESBURG - Afrika Selatan (Afsel) saat ini sedang mempertimbangkan penggunaan steroid generik dexamethasone untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19).

Seperti yang disampaikan Presiden Afsel Cyril Ramaphosa pada Rabu malam waktu setempat.

Dikutip dari laman www.aa.com.tr, Kamis (18/6/2020), dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa pemerintahannya sangat tertarik melihat pemberitaan terkait dexamethasone yang disebut memiliki harga murah, tersedia secara luas dan dapat membantu menyelamatkan nyawa pasien corona yang sedang kritis.

"Departemen Kesehatan dan Komite Penasihat Menteri Afsel telah merekomendasikan bahwa dexamethasone dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada pasien yang memakai ventilator dan oksigen," kata Ramaphosa.

Baca: Wamenhan: Ketahanan Pangan Harus Ditingkatkan untuk Antisipasi Wabah Penyakit di Masa Depan

Baca: Buron 6 Tahun, Otak Perampokan Tauke Minyak Tewas saat Lawan Polisi dengan Senjata Api Rakitan

Sebelumnya, para peneliti di Universitas Oxford Inggris telah menemukan bahwa dexamethasone tidak hanya dapat mengurangi angka kematian pada sepertiga dari total pasien corona yang menggunakan ventilator.

Namun juga menekan angka kematian pada seperlima dari total pasien yang memakai tabung oksigen.

Steroid generik ini pun akan diproduksi secara lokal di Afsel oleh salah satu perusahaan farmasi utama di negara itu.

"Kami meyakini bahwa ini akan meningkatkan penanganan kami terhadap mereka yang terkena dampak terparah," jelas Ramaphosa.

Ia kemudian mengatakan, sejauh ini corona telah menewaskan 1.674 jiwa dan menyebabkan infeksi pada 80.412 orang di negara itu.

Sementara 44.331 pasien, atau sekitar 55 persen dinyatakan telah pulih.

Ramaphosa kemudian mendesak warga Afsel untuk terus mengikuti pedoman keselamatan dari Kementerian Kesehatan negara itu dan mengingatkan bahwa pandemi ini masih akan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Ia juga mengumumkan beberapa relaksasi terkait kebijakan pembatasan di tengah pandemi.

Restoran mulai diizinkan untuk melayani pelanggan yang ingin makan di tempat.

Baca: Panglima TNI dan Panglima Komando Indo Pasifik AS Bahas Penundaan Latihan Militer Akibat Covid-19

Baca: Sosok Perawat Covid-19 di Padang yang Meninggal, Ibunda Sebut Anak Paling Rajin Ibadah dan Disiplin

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved