Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Hadiah Nobel Perdamaian 2025: Daftar Juri dan Apakah Trump Akan Raih Gelar yang Ia Dambakan?
Trump berulang kali menyebut dirinya layak menang Nobel Perdamaian setelah mengklaim mengakhiri delapan perang di dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang pengumuman Hadiah Nobel Perdamaian 2025, sorotan tertuju pada lima tokoh penting di Norwegia.
Di tangan merekalah, nasib Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditentukan — apakah ia akan menyandang gelar bergengsi itu atau kembali pulang tanpa mahkota perdamaian?
Setiap tahun, Komite Nobel yang anggotanya dipilih oleh parlemen Norwegia menyeleksi penerima penghargaan prestisius tersebut.
Sesuai wasiat Alfred Nobel, hadiah ini diberikan kepada individu yang “telah melakukan pekerjaan terbaik untuk persaudaraan antarbangsa dan pengurangan angkatan bersenjata permanen”.
Nominasi untuk tahun ini ditutup pada 31 Januari, dan pemenang akan diumumkan, pada Jumat (10/10/2025) pukul 11.00 waktu Oslo.
Al Jazeera melaporkan, proses seleksi berlangsung sangat rahasia dan setiap anggota komite diharuskan menjaga kerahasiaan suara mereka.
Trump sendiri berulang kali menyebut dirinya layak menang setelah mengklaim telah mengakhiri delapan perang di dunia.
Ia bahkan menyebut kegagalannya meraih penghargaan ini akan menjadi “penghinaan besar bagi Amerika”.
Profil Lima Anggota Komite Nobel Norwegia 2025
1. Jorgen Watne Frydnes
Ketua komite termuda dalam sejarah Nobel, Frydnes (41) dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.325, Zelenskyy Ingin Trump Raih Nobel Perdamaian
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PEN Norwegia dan bekerja dengan organisasi medis kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF).
BBC mencatat, Frydnes berperan besar dalam memulihkan Pulau Utøya — lokasi tragedi 2011 yang menewaskan 69 aktivis muda Partai Buruh.
Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kalangan progresif Norwegia dan aktif memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
2. Asle Toje
Wakil ketua berusia 51 tahun ini dianggap sebagai anggota paling konservatif.
Toje merupakan mantan direktur penelitian di Institut Nobel Norwegia dan penulis buku The European Union as a Small Power: After the Post-Cold War
Ia kembali diangkat untuk periode 2024–2029.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-Desak-NATO-Setop-Beli-Minyak-Moskow.jpg)