Sabtu, 18 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Hadiah Nobel Perdamaian 2025: Daftar Juri dan Apakah Trump Akan Raih Gelar yang Ia Dambakan?

Trump berulang kali menyebut dirinya layak menang Nobel Perdamaian setelah mengklaim mengakhiri delapan perang di dunia.

whitehouse.gov
HADIAH NOBEL - Foto ini diambil dari whitehouse.gov, pada Minggu (14/9/2025) menunjukkan Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon di Washington, DC. Hari ini, Jumat (10/10/2025) pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025 akan diumumkan, Trump berulang kali menyebut dirinya layak meraih Nobel Perdamaian setelah mengklaim mengakhiri delapan perang di dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang pengumuman Hadiah Nobel Perdamaian 2025, sorotan tertuju pada lima tokoh penting di Norwegia.

Di tangan merekalah, nasib Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditentukan — apakah ia akan menyandang gelar bergengsi itu atau kembali pulang tanpa mahkota perdamaian?

Setiap tahun, Komite Nobel yang anggotanya dipilih oleh parlemen Norwegia menyeleksi penerima penghargaan prestisius tersebut.

Sesuai wasiat Alfred Nobel, hadiah ini diberikan kepada individu yang “telah melakukan pekerjaan terbaik untuk persaudaraan antarbangsa dan pengurangan angkatan bersenjata permanen”.

Nominasi untuk tahun ini ditutup pada 31 Januari, dan pemenang akan diumumkan, pada Jumat (10/10/2025) pukul 11.00 waktu Oslo.

Al Jazeera melaporkan, proses seleksi berlangsung sangat rahasia dan setiap anggota komite diharuskan menjaga kerahasiaan suara mereka.

Trump sendiri berulang kali menyebut dirinya layak menang setelah mengklaim telah mengakhiri delapan perang di dunia.

Ia bahkan menyebut kegagalannya meraih penghargaan ini akan menjadi “penghinaan besar bagi Amerika”.

Profil Lima Anggota Komite Nobel Norwegia 2025

1. Jorgen Watne Frydnes

Ketua komite termuda dalam sejarah Nobel, Frydnes (41) dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.325, Zelenskyy Ingin Trump Raih Nobel Perdamaian

Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PEN Norwegia dan bekerja dengan organisasi medis kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF).

BBC mencatat, Frydnes berperan besar dalam memulihkan Pulau Utøya — lokasi tragedi 2011 yang menewaskan 69 aktivis muda Partai Buruh.

Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kalangan progresif Norwegia dan aktif memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

2. Asle Toje

Wakil ketua berusia 51 tahun ini dianggap sebagai anggota paling konservatif.

Toje merupakan mantan direktur penelitian di Institut Nobel Norwegia dan penulis buku The European Union as a Small Power: After the Post-Cold War

Ia kembali diangkat untuk periode 2024–2029.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved