Jumat, 17 April 2026

Virus Corona

Penasihat Presiden AS Donald Trump: Virus Corona Buatan China

Penasihat perdagangan Presiden AS Donald Trump mengklaim, virus corona yang mewabah saat ini adalah produk Partai Komunis China

Editor: Sanusi
AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC - Penasihat perdagangan Presiden AS Donald Trump mengklaim, virus corona yang mewabah saat ini adalah produk Partai Komunis China.

Saat tampil di program CNN's State of the Union, tanpa menyertakan bukti, Peter Navarro menyebut wabah ini didalangi oleh Beijing.

Dalam wawancaranya, Navarro mengklaim bahwa China dengan sengaja sudah menyebarkan virus corona, dan membuat pembawa acara Jake Tapper mengintervensinya.

"Apakah engkau berkata China sudah membuat virus ini. Apakah yang saya dengar itu salah?" tanya Tapper dilansir The Hill Minggu (21/6/2020).

"Engkau tidak salah mendengarku," jawab Navarro.

"Virus itu adalah produk dari Partai Komunis China," ucap ekonom kenamaan AS tersebut.

Navarro menerangkan, hingga mereka mendapatkan informasi mengenai asal usul patogen itu, dia berasumsi Beijing yang menyebarkannya.

Baca: Masih Ada Kasus Corona di Makassar, Pantai Losari Dipastikan Belum Dibuka

Baca: Profesor di China Sebut Ada Kemungkinan Virus Corona Bisa Bertahan pada Suhu Rendah

CNN's @jaketapper presses White House trade adviser Peter Navarro's claim that China "created" the coronavirus. #CNNSOTU pic.twitter.com/Ou7LMRbS7z

— State of the Union (@CNNSotu) June 21, 2020

Saat Tapper menanyakan apakah wabah itu "sengaja dibuat" oleh Negeri "Panda", Navarro menjawab bahwa pertanyaan itu akan menjadi debat terbuka.

Dia menekankan bahwa hingga terbukti sebalinya, dia menganggap pemerintah China melalui partai komunis bertanggung jawab atas wabah ini.

Tapper kemudian menanyakan lagi apakah penasihat yang dilantik Trump pada April 2017 tersebut mempunyai bukti yang memperkuat klaimnya.

Navarro menjawab seharusnya pertanyaan itu diarahkan kepada Beijing, yang direspons Tapper akan senang jika bisa mewawancarai Presiden Xi Jinping.

"Saya bukannya membela mereka. Saya ingin melihat bukti tuduhanmu bahwa mereka sengaja membuatnya," jelas Tapper kepada Navarro.

Negeri "Panda" menyanggah bahwa mereka virus itu berasal dari mereka, dengan teori konspirasi yang beredar adalah wabah itu bocor dari laboratorium di Wuhan.

Mulai berkembang di Wuhan pada Desember 2019, virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 tersebut sudah menjangkiti lebih dari sembilan juta.

AS menjadi negara yang paling terdampak virus corona, baik dalam jumlah kasus (2.357.323), hingga korban meninggal (122.259).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penasihat Trump Sebut Virus Corona Buatan China"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved