Virus Corona
Profesor di China Sebut Ada Kemungkinan Virus Corona Bisa Bertahan pada Suhu Rendah
Meski begitu, Profesor Zhong mengatakan belum ada penyelidikan lebih dalam terhadap virus bertahan pada suhu rendah.
TRIBUNNEWS.COM- Kasus positif virus corona yang baru-baru ini di pasar Xinfadi Beijing, China mengindikasikan virus dapat bertahan pada suhu rendah.
Hal itu diungkapkan oleh Profesor Zhong Nanshan, salah satu pakar terkemuka dunia tentang penyakit pernapasan.
Virus ini ditemukan di papan potong untuk salmon impor dan sejak itu banyak pedagang di pasar berhenti menjual ikan dan daging.
"Ini berbeda dengan Wuhan," ujar Profesor Zhong dilansir Asiaone.
Wabah terakhir ini ditemukan pada bagian untuk makanan beku, dalam hal ini ialah salmon impor.
Baca: Diduga Tertular dari Orang yang Jenguk, Bayi Berumur 40 Hari di Pamekasan Meninggal karena Corona
Baca: Klaster Baru Virus Corona Mulai Bermunculan di Sejumlah Daerah
Profesor Zhong mengatakan jika di pasar ada banyak daging sapi dan ikan beku.
Daging dan ikan itu banyak yang diimpor dari dalam maupun luar China.
"Wabah terbaru menunjukkan virus dapat bertahan hidup pada suhu rendah."
"Kita perlu menyadari hal ini dan memantau makanan impor," lanjut Profesor Zhong.
Meski begitu, Profesor Zhong mengatakan belum ada penyelidikan lebih dalam terhadap virus bertahan pada suhu rendah.
"Tapi saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu kita ketahui."
"Itu tidak berarti virus itu tidak dibawa oleh seseorang yang menangani ikan," tambah Profesor Zhong.
Zhong berada di garis depan wabah sejak melaporkan penularan penyakit orang ke orang pada Januari.
Baca: Satu Bulan Lockdown, Bisnis di Arab Saudi Kini Kembali Buka, Jam Malam Selama Covid-19 Berakhir
Baca: Kasus Covid-19 di AS Melonjak, Apple Batal Membuka Kembali 100 Gerainya
SFA Bantah Covid-19 Bisa Menyebar dari Salmon
Diberitakan sebelumnya, Badan Pangan Singapura (SFA) membantah isu jika virus corona (Covid-19) bisa menyebar ke manusia melalui makanan, kemasan atau peralatan makan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/virus-corona-kapal-induk-as1.jpg)