Breaking News:

Virus Corona

Perusahaan Keripik Terbesar di Jepang akan Terapkan Teleworking, Uang Transportasi Dihapuskan

Calbee memutuskan untuk secara radikal memikirkan kembali cara karyawan bekerja di kantor-kantor seperti kantor pusat dan kantor penjualan.

Foto Toyokeizai
Calbee dengan berbagai produk keripik. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perusahaan keripik (confectionery) terbesar di Jepang, Calbee, akan melakukan sistem kerja teleworking (bekerja dari rumah) bagi karyawannya, namun uang transportasi akan dihapuskan. Hanya diberikan kalau perlu saja.

Aturan untuk orang yang bekerja di kantor, seperti bekerja dari rumah akan segera dibuat.

"Jika perusahaan menemukan bahwa itu tidak mengganggu pekerjaan mereka, maka mereka tidak akan ditugaskan untuk bekerja sendirian dan akan dapat tinggal bersama keluarga mereka," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (25/6/2020).

Calbee memutuskan untuk secara radikal memikirkan kembali cara karyawan bekerja di kantor-kantor seperti kantor pusat dan kantor penjualan di seluruh dunia, mengikuti antisipasi penyebaran coronavirus baru.

Calbee dengan berbagai produk keripik.
Calbee dengan berbagai produk keripik. (Foto Toyokeizai)

Pertama-tama, sebagai aturan umum, teleworking, seperti bekerja dari rumah, akan diterapkan pada sekitar 800 karyawan kantor seperti kantor pusat dan kantor penjualan di berbagai tempat mulai bulan Juli 2020.

"Seiring dengan ini, kami berhenti membayar biaya perjalanan reguler, dan ketika kami datang ke kantor, kami akan membayar biaya transportasi sesuai dengan jumlah hari."

Sebagai gantinya, akan diberikan tunjangan kerja mobile baru yang akan dibentuk untuk membantu bagian dari biaya yang diperlukan untuk meningkatkan lingkungan kerja di rumah, dan pembayaran sekaligus akan diberikan.

Baca: Hanya 10 Orang di Jepang Punya Nama Keluarga Tokyo

Baca: Mengenal Telepon Umum Duet Phone di Jepang, Kini Hanya Tersisa di 8 Lokasi

Selain itu, jika perusahaan memutuskan bahwa itu tidak akan mengganggu pekerjaan, karyawan tidak akan ditugaskan untuk bekerja sendiri dan akan dapat tinggal bersama keluarga.

Setelah penyebaran virus coronas di perusahaan, lebih dari 60 persen karyawan mengatakan bahwa mereka ingin mengubah cara mereka bekerja sebelum infeksi menyebar, yaitu kini dengan teleworking.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved