Konflik Palestina Vs Israel
Pemimpin Brigade Al-Qassam Dikabarkan Tewas, Negosiasi Gaza Terancam Kian Rumit
Tewasnya pemimpin Brigade Al-Qassam Hamas dalam serangan Israel disebut mengancam negosiasi damai Gaza.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM – Situasi gencatan senjata di Jalur Gaza kembali memanas setelah pemimpin Brigade Al-Qassam Hamas, Izz al-Din al-Haddad, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza.
Kabar kematian Haddad pertama kali diumumkan sejumlah media Timur Tengah dan dikonfirmasi Hamas melalui pernyataan resmi yang menyebut Haddad gugur bersama istri dan putrinya.
Israel menyatakan operasi tersebut merupakan serangan terarah terhadap tokoh yang disebut sebagai salah satu arsitek serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Menurut laporan kantor berita Reuters, serangan terjadi di kawasan Rimal, Gaza City, pada Jumat malam waktu setempat. Ledakan menghantam sebuah apartemen dan kendaraan di area padat penduduk.
Sedikitnya tujuh warga Palestina dilaporkan tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Militer Israel menyebut Haddad sebagai tokoh senior terakhir Brigade Al-Qassam yang terlibat dalam perencanaan serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan operasi tersebut menjadi bagian dari upaya memburu seluruh pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di sisi lain, Hamas mengecam serangan itu dan menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat.
Media Iran, Pars Today, menyebut kematian Haddad berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan mengancam proses negosiasi damai yang masih berlangsung.
Media Timur Tengah lain, Asharq Al-Awsat, melaporkan pembunuhan Haddad memicu kekhawatiran baru terhadap masa depan pembicaraan damai Gaza.
Baca juga: AS dan Israel Bersiap Hujani Iran dengan Serangan Mematikan, Perang Besar Bakal Pecah Pekan Depan
Sejumlah mediator regional disebut tengah berupaya mencegah eskalasi lanjutan di tengah rapuhnya kesepakatan penghentian perang.
Haddad dikenal sebagai salah satu komandan paling berpengaruh di Hamas dan dijuluki “The Ghost” karena jarang muncul di publik serta beberapa kali lolos dari upaya pembunuhan.
Ia mengambil alih kepemimpinan sayap militer Hamas setelah kematian Mohammad Sinwar pada 2025 lalu.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, kekerasan di Gaza belum benar-benar berhenti.