Breaking News:

Kasus Bunuh Diri Jadi Topik Pembicaraan di RUPS Mitsubishi Electric Jepang

Di Mitsubishi Electric, pada bulan Agustus tahun lalu, seorang karyawan baru laki-laki berusia 20-an melakukan bunuh diri.

Istimewa
Kantor Pusat Mitsubishi Electric 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Mitsubishi Electric diadakan Jumat (26/6/2020), banyak terfokus kepada pembicaraan karyawan baru yang meninggal akibat masalah ketenagakerjaan yang serius.

Korban meninggalkan memo yang menuliskan kesaksian dirinya sebagai dampak intimidasi dari pimpinan.

"RUPS hari ini dihadiri oleh 63 pemegang saham. Cukup banyak kritikan terhadap pengelolaan manajemen apalagi setelah adanya karyawan yang bunuh diri akibat kekasaran pimpinannya," papar sumber Tribunnews.com, Jumat (26/6/2020).

Di Mitsubishi Electric, pada bulan Agustus tahun lalu, seorang karyawan baru laki-laki berusia 20-an yang bekerja di sebuah lokasi bisnis di Prefektur Hyogo melakukan bunuh diri.

Baca: RUPS Tersibuk di Jepang Berlangsung Hari Ini dengan Protokol Covid-19

Baca: Sederat Fakta Sejoli Bunuh Diri Minum Racun di Bali, Ternyata Mantan Pasangan Suami Istri

Dia meninggalkan memo yang menyatakan bahwa bosnya telah menggertaknya dengan sangat kasar.

Pada RUPS kali ini, pemegang saham bertanya tentang kesadaran perusahaan, dan Presiden Takeshi Sugiyama mengatakan, "Ada beberapa area di mana kebijakan perusahaan belum menjangkau semua karyawan. Untuk mencegah terulangnya, kami akan bekerja pada program reformasi iklim di tempat kerja sebagai prioritas manajemen puncak."

Pemegang saham lain mengkritik perusahaan karena menyembunyikan dan menuntut agar informasi seperti masalah ketenagakerjaan diungkapkan segera.

Kantor Pusat Mitsubishi Electric di Tokyo, Jepang.
Kantor Pusat Mitsubishi Electric di Tokyo, Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Setelah ini, penunjukan 12 direktur disetujui, dan rapat umum berakhir dalam 1 jam dan 13 menit.

Di Mitsubishi Electric, tiga tahun lalu, seorang karyawan pria di sebuah anak perusahaan disertifikasi sebagai kecelakaan kerja terkait pekerjaan karena bunuh diri dan juga karena terlalu banyak bekerja.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved