Iran Vs Amerika Memanas
Paus Leo XIV Dipuji Iran, Sikap Anti-Perangnya Disebut Inspiratif Dunia
Trump soroti sikap Paus dalam berbagai isu internasional, termasuk konflik AS dan Iran dan menuding kepemimpinan Paus sarat kepentingan politik
Ringkasan Berita:
- Dukungan dari Iran mengalir untuk Paus Leo XIV yang lantang menentang perang AS-Israel terhadap Iran
- Sikap tegas Paus dipuji sebagai keberanian moral yang menginspirasi di tengah konflik global dan kritik keras dari Donald Trump
- Paus menegaskan tak gentar dan akan terus menyerukan perdamaian serta dialog internasional
TRIBUNNEWS.COM, IRAN – Dukungan terhadap Paus Leo XIV terus mengalir dari Iran di tengah memanasnya tensi geopolitik global.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, secara terbuka memuji sikap Paus yang menentang perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Qalibaf menilai sikap Paus Leo sebagai bentuk keberanian moral yang langka di tengah meningkatnya konflik dan tekanan politik internasional.
Ia bahkan menyebut pernyataan Paus mampu menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
“Menghormati sikap tanpa rasa takut Paus Leo! ‘Saya tidak takut’ bergema saat ia mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi siapa pun yang menolak diam atas pembunuhan orang-orang tak bersalah,” tulis Qalibaf melalui platform X seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Paus Leo menjadi “cahaya” bagi banyak pihak yang memperjuangkan perdamaian, sekaligus menyampaikan apresiasi atas sikap tegas pemimpin Gereja Katolik tersebut.
Pernyataan Qalibaf tidak berdiri sendiri.
Sejumlah pejabat tinggi Iran juga kompak membela Paus Leo setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadapnya.
Baca juga: Disebut Lemah oleh Trump Gara-gara Komentar Soal Iran, Paus Leo: Saya akan Terus Bersuara
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebelumnya mengecam pernyataan yang dianggap menghina Paus Leo. Ia menegaskan bahwa tindakan tidak menghormati pemimpin agama, termasuk Nabi Isa, tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.
Dalam unggahannya di X, Pezeshkian menyatakan dirinya berbicara “atas nama bangsa besar Iran,” dan menekankan bahwa penodaan terhadap “Isa, nabi perdamaian dan persaudaraan,” merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Kementerian Luar Negeri Iran turut menyuarakan kritik terhadap sikap Trump.
Juru bicara kementerian, Esmail Baghaei, menyebut pernyataan Paus Leo sebagai suara moral yang relevan di tengah dunia yang dilanda konflik.
“Di saat gemuruh bom dan hiruk-pikuk para penguasa perang membebani nurani dunia, kata-kata Paus Leo XIV menggema sebagai panggilan mendalam Injil: ‘Berbahagialah para pembawa damai,’” ujar Baghaei.
Ia menegaskan, penghinaan terhadap Paus bukan hanya bertentangan dengan nilai-nilai Kristen, tetapi juga merupakan serangan terhadap upaya global dalam memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.
Gelombang dukungan ini muncul setelah Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Paus-Leo-XIV-dan-Donald-Trump.jpg)