Breaking News:

Pemerintah Jepang Anggarkan 70 Miliar Yen Lewat NEDO untuk Pengembangan Sistem 5G

Pemerintah Jepang telah menetapkan kebijakan untuk memberikan dukungan sedikitnya 70 miliar yen untuk pengembangan teknologi 5G tersebut.

Foto ITU
Ilustrasi 5G 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang menganggarkan sedikitnya 70 miliar untuk para pengusaha atau produsen teknologi 5G untuk pengembangan teknologi 5G lebih cepat lagi di Jepang.

"Standar komunikasi generasi mendatang yang disebut 5G dan post-5G diharapkan tidak hanya digunakan dalam komunikasi dengan terminal seluler seperti smartphone, tetapi juga di berbagai bidang seperti mengemudi otomatis dan otomatisasi pabrik," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (29/6/2020).

Untuk itulah pemerintah Jepang akan mendukung pengembangan teknologi dari perusahaan Jepang di bidang 5G tersbeut terutama melalui badan milik pemerintah, NEDO (organisasi pengembangan teknologi industri dan energi baru).

Baca: Kualitas Internet di Jabotabek Turun Selama WFH, Jaringan 5G Didesak Segera Direalisasikan

Baca: China Berniat Pasang 600 Ribu Stasiun 5G Akhir Tahun Ini

Baca: Network Sharing dan Spectrum Sharing Diperlukan untuk Penerapan 5G

Dari dana senilai 110 miliar yen yang dibentuk di NEDO melalui anggaran tambahan tahun lalu, pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk memberikan dukungan sedikitnya 70 miliar yen untuk pengembangan teknologi 5G tersebut.

Diputuskan bahwa NEC, Fujitsu, Rakuten Mobile, dan lainnya akan dipilih sebagai penerima dukungan, dan akan bekerja pada pengembangan jaringan backbone dan pemeliharaan stasiun induk.

Dalam 5G saat ini, Huawei China dan perusahaan lain memimpin pasar dengan saham BTS dan paten, dan pemerintah membantu perusahaan-perusahaan Jepang untuk menangani risiko keamanan seperti antisipasi terhadap kebocoran informasi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved