Breaking News:

Amblas Jalanan Aspal Sedalam 2 Meter di Yokohama Jepang Gara-gara Proyek Kereta Api Bawah Tanah

Tidak ada korban dan atau terluka akibat amblasnya jalanan aspal tersebut karena penanganan cepat petugas jalan raya dan pihak kepolisian setempat

Richard Susilo
Amplas aspal jalanan di Yokohama pagi ini (30/6/2020) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Baru 18 hari lalu (12/6/2020), jalanan aspal amblas, runtuh, pagi ini (30/6/2020) berjarak 350 meter dari lokasi lama, ada aspal jalanan runtuh pula dengan kedalaman 2 meter, ukuran 6x8 meter di kota Yokohama.

"Pagi ini amblas jalanan tersebut sedalam 2 meter kemungkinan besar dampak dari pengerjaan terowongan kereta api bawah tanah saat ini," papar Kuniyama seorang petugas yang berjaga di sana mengamankan lalu lintas yang menjadi macet gara-gara jalanan amblas tersebut.

Tidak ada korban dan atau terluka akibat amblasnya jalanan aspal tersebut karena penanganan cepat petugas jalan raya dan pihak kepolisian setempat.

Jalan itu runtuh di daerah Kohoku, Kota Yokohama pagi ini sekitar jam 5:25 waktu Jepang.

Sebuah terowongan untuk kereta api bawah tanah sedang dibangun di jalur tersebut.

Menurut Organisasi Kereta Api dan Transportasi, jalan itu runtuh pada pukul 5:25 di jalur lingkar 2 di Soyado-cho, Kohoku-ku, Yokohama-shi.

Di bawah tanah situs, pembangunan terowongan dari jalur langsung Sotetsu / Tokyu, yang dijadwalkan akan dibuka pada paruh kedua 2022, sedang berlangsung.

Menurut kantor pekerjaan teknik Kohoku di Kota Yokohama, jalur sedang diatur di lokasi dan pekerjaan restorasi sedang dilakukan segera.

Seorang ibu rumah tangga yang lewat daerah itu menjadi was-was, "Ini jalan besar saya sering lewat sini untuk mengantar anak-anak sekolah. Lain kali harus hati-hati nih kalau lewat sini," papar ibu tersebut bersama anaknya yang digandengnya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved