Breaking News:

Rusia Berharap OPEC + Kurangi Pemangkasan Produksi Minyak pada Agustus 2020

Novak mencatat bahwa dengan demikian produsen akan mulai mengurangi rekor pemangkasan minyak dari 9,7 juta bph menjadi 7,7 juta bph.

guardian.ng
Kantor OPEC 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan dalam video conference yang digelar Kamis lalu bahwa OPEC + tidak membahas atau merencanakan perubahan pada perjanjian pemangkasan produksinya.

Ini seharusnya membuat produsen minyak mengurangi pemangkasan pada Agustus mendatang.

Dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (4/7/2020), OPEC + yang dipimpin oleh Rusia dan produsen utama OPEC Arab Saudi, pada bulan Juni ini telah sepakat memperpanjang rekor pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) selama satu bulan hingga akhir Juli 2020.

Menurut perjanjian awal yang telah dicapai pada April lalu, OPEC + akan memangkas 9,7 juta bph dalam produksi gabungan selama periode dua bulan, yakni Mei dan Juni.

Kemudian memudahkannya menjadi 7,7 juta bph, agar tetap berlaku sampai akhir tahun.

Baca: Ringgit Langsung Menguat Setelah OPEC+ Sepakat Pangkas Produksi Minyak

Baca: Opec + Berencana Pangkas Produksi Minyak 10 Juta Barel Per Hari, Trump Ingin Dua Kali Lipat

Lalu mulai Januari 2021, pemangkasan produksi akan turun menjadi 5,8 juta bph, untuk tetap diberlakukan hingga akhir April 2022.

Kendati demikian, kelompok ini tidak membahas perubahan pada parameter kesepakatan setelah Juli 2020.

Novak mencatat bahwa dengan demikian produsen akan mulai mengurangi rekor pemangkasan minyak dari 9,7 juta bph menjadi 7,7 juta bph.

Menanggapi permasalahan pasokan minyak global selama jatuhnya permintaan pada April lalu, Novak menilai membanjirnya minyak kemungkinan mencapai 1 miliar barel.

Baca: 78 Persen Warga Rusia Ingin Vladimir Putin Berkuasa hingga 2036

Baca: Israel akan Gabung dengan Zona Perdagangan Bebas yang Dipimpin Rusia

Hal itu karena terjadinya penurunan permintaan paling parah selama masa pandemi dan terkait langkah-langkah untuk mengatasi melesunya permintaan terhadap komoditas ini.

Namun untuk menangani lesunya permintaan, OPEC + telah mulai mempengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Kelebihan pasokan pun terus menyusut pada Juni ini.

"Saya berharap angka pada bulan Juli akan menunjukkan bahwa kami telah mencapai keseimbangan pasar, bahkan defisit pasokan," tegas Novak.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved