Kamis, 28 Mei 2026

Virus Corona

Polisi Filipina Evakuasi Pasien Covid-19 dari Rumah ke Rumah

Polisi Filipina akan melakukan operasi dari rumah ke rumah untuk mengevakuasi pasien Covid-19 yang sedang menjalani karantina di rumah.

Tayang:
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
AFP/MARIA TAN
Seorang pekerja kesehatan dari Pemerintahan Filipina, mendisinfeksi sekolah menengah, di tengah kekhawatiran tentang penyebaran coronavirus novel COVID-19, di Manila. Filipina, Senin (9/3/2020). (AFP/Maria TAN) *** Local Caption *** A government worker disinfects a high school, amid concerns about the spread of the COVID-19 novel coronavirus, in Manila on March 9, 2020. (Photo by Maria TAN / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi Filipina akan melakukan operasi dari rumah ke rumah untuk mengevakuasi pasien Covid-19 yang sedang menjalani karantina di rumah.

Hal ini diumumkan Sekretaris Dalam Negeri Eduardo Año, Selasa (14/7/2020).

Nantinya para pasien Covid-19 ini akan dipindahkan ke fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Oleh karena itu, Eduardo menghimbau agar warga melaporkan tetangga maupun kerabatnya yang diduga terinfeksi corona.

"Jika Anda mengenal tetangga positif Covid-19 dan bersembunyi, silakan laporkan kepada kami," ujar Eduardo, dikutip dari Philippine Star.

Baca: Filipina Bersiap Hadapi Ledakan Kelahiran Bayi Tahun Depan karena Lockdown Virus Corona

Baca: 3 WNA asal Filipina yang Bekerja di Pabrik Tas di Grobogan Positif Corona

Virus Corona di Filipina: Hampir 10.000 Tahanan Dibebaskan karena Ketakutan akan Wabah Covid-19
Virus Corona di Filipina: Hampir 10.000 Tahanan Dibebaskan karena Ketakutan akan Wabah Covid-19 (Tangkap Layar Al Jazeera)

Eduardo memperingatkan bahwa pasien Covid-19 yang menolak dibawa polisi bisa terancam hukuman penjara.

"Kami tidak ingin pasien positif tinggal di rumah di karantina (sendiri) terutama jika rumah mereka tidak memiliki kapasitas," kata Eduardo.

"Jadi yang akan kita lakukan adalah mengunjungi rumah ke rumah dan kita akan membawa kasus positif ke fasilitas isolasi Covid-19 kita," tambahnya.

Operasi ini dilandasi undang-undang kesehatan masyarakat di Philipina.

UU tersebut juga digunakan untuk menindak orang-orang yang protes dengan kebijakan karantina dari pemerintah.

Menurut Kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP) Jenderal Archie Francisco Gamboa, operasi polisi ini layaknya mencari kriminal.

"Seperti Anda mencari penjahat dan sekali Anda menemukan penjahat, Anda harus menemukan konspiratornya," kata Gamboa, Rabu (15/7/2020).

Kunjungan dari rumah ke rumah diharapkan mampu memperkuat penelusuran kontak dari terduga pasien corona.

Baca: Final Kompetisi Game Asia Pacific Predator League 2020 Filipina Ditunda Tahun Depan

Baca: Filipina Tidak Membuka Sekolah hingga Vaksin Covid-19 Ditemukan

Paramedis di Filipina Gunakan APD Warna-Warni bak Teletubies Ceriakan Pasien Corona
Paramedis di Filipina Gunakan APD Warna-Warni bak Teletubies Ceriakan Pasien Corona (Adrian Pe via News Abs)

Satuan Tugas Gabungan COVID mengumumkan akan mengerahkan lebih dari 300 polisi hingga pasukan khusus ke Kota Navotas.

Tujuannya untuk memperkuat satuan polisi di kota sehingga penerapan aturan lebih ketat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved