Virus Corona
Polisi Filipina Evakuasi Pasien Covid-19 dari Rumah ke Rumah
Polisi Filipina akan melakukan operasi dari rumah ke rumah untuk mengevakuasi pasien Covid-19 yang sedang menjalani karantina di rumah.
"Tugas kami adalah menahan pergerakan orang-orang yang tidak perlu dan menahan semua penghuni di rumah kecuali para petugas medis dan orang-orang lain yang berwenang untuk pergi," kata Komandan Satgas, Letnan Polisi Guillermo Eleazar.
Mengikuti relaksasi pemulihan ekonomi, maka dibutuhkan pengawasan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.
Sayangnya rencana ini mungkin akan bertentangan dengan kelompok HAM.
Sebab polisi Filipina dituduh melakukan kekerasan terhadap pelanggaran kecil yang dilakukan anak-anak atau warga miskin.
"Bagaimana pemerintah akan memastikan bahwa hak-hak orang Filipina dihormati dan dilindungi dengan pendekatan baru ini?" kata Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch Asia, dikutip dari Reuters.
Baca: 3 WNA asal Filipina yang Bekerja di Pabrik Tas di Grobogan Positif Covid-19
Baca: Dikawal Bea Cukai, Gubernur Gorontalo Lepas Ekspor 12.400 Ton Jagung ke Filipina
Para Rabu (15/7/2020), kementerian kesehatan Filipina melaporkan 11 kematian dan 1.392 kasus infeksi baru.
Laporan media lokal menulis, kementerian mengatakan total kematian meningkat menjadi 1.614, dikutip dari The Guardian.
Sementara kasus infeksi yang tercatat sudah mencapai 58.850.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan memutuskan akan mempertahankan pembatasan parsial di ibukota atau tidak.
Pembatasan sosial secara parsial ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran Covid-19.
Selain itu menanggapi sejumlah rumah sakit yang kelebihan kapasitas.
Kamis (16/7/2020) ini Filipina mencatat 61.266 kasus infeksi dan 1.643 kematian.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemerintah-filipina-terus-bekerja-cegah-virus-corona_20200309_160228.jpg)