Breaking News:

Virus Corona

Hari Ini 463 Warga Tokyo Jepang Terpapar Covid-19, Total Terinfeksi Sudah 12.228 Orang

Gubernur Koike mengatakan pihaknya ingin siap menangani 10.000 pasien terinfeksi per hari pada Oktober.

Foto TBS/Richard Susilo
Gubernur Tokyo Yuriko Koike dalam jumpa pers, Jumat (31/7/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumat (31/7/2020) hari ini tercatat sebanyak 463 orang terpapar Covid-19 di Tokyo Jepang.

Jumlah ini adalah yang tertinggi kenaikannya dalam sejarah Tokyo. Setelah sebelumnya terjadi kenaikan jumlah orang terinfeksi selama tiga hari berturut-turut sejak 29 Juli lalu.

Hingga kini tercatat total 12.228 orang terpapar virus corona di Tokyo.

Dari jumlah itu, yang dirawat di rumah sakit atau menjalani perawatan medis sebanyak 7.508 orang. Sisanya dirawat di rumah dan di hotel menjalanai karantina.

Baca: Pasien Positif Corona Bunuh Diri, Baru Sehari Opname di RSU Haji Surabaya Lalu Loncat dari Lantai 6

"Jumlah orang yang telah terinfeksi meningkat di atas 100 (kecuali tanggal 1 Juli dan 8 Juli) hingga 367 kemarin dan sekarang 463 orang. Tentu saja, kali ini adalah jumlah tertinggi. Jika situasinya memburuk, mungkin akan mengeluarkan deklarasi darurat unik untuk kota dalam arti mengambil tindakan tegas terhadap Corona," ungkap Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, Jumat (31/7/2020).

"Saya pikir ada rencana untuk perjalanan dan acara, tetapi sayangnya ini adalah musim panas yang berbeda dari biasanya. Jangan kehilangan langkah anda di sini. Biarkan saya berbagi kesadaran itu. Bantu kami mempercepat upaya kami untuk mencegah penyebaran infeksi. Hidari perjalanan ke luar, sebaiknya di rumah saja ya," demikian pesan Gubernur Yuriko Koike terkait liburan musim panas.

Jumlah orang yang masuk rumah sakit akibat positif Corona di Tokyo, Selasa (14/7/2020) sebanyak  679 orang, 3 kali lipat dibandingkan bulan lalu. Jumlah tempat tidur tersedia untuk pasien di masa datang ada 2.800 bed.
Jumlah orang yang masuk rumah sakit akibat positif Corona di Tokyo, Selasa (14/7/2020) sebanyak 679 orang, 3 kali lipat dibandingkan bulan lalu. Jumlah tempat tidur tersedia untuk pasien di masa datang ada 2.800 bed. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Jumlah tes PCR meningkat, dan jumlah tes maksimum per hari pada bulan April adalah sekitar 1.700, tetapi sekarang Tokyo telah menetapkan sistem yang dapat menguji 8.600 tes per hari.

Gubernur Koike juga mengatakan pihaknya ingin siap menangani 10.000 pasien terinfeksi per hari pada Oktober. Segala persiapan telah dilakukannya sejak awal bulan ini.

Gubernur Yuriko Koike meminta agar bisnis malam membatasi operasional antara pukul 5 pagi hingga 10 malam, mulai Senin (3/8/2020) hingga akhir Agustus.

Baca: Bebas Virus Corona 99 Hari, Munculnya Kasus Baru di Vietnam Bangkitkan Ketakutan Masyarakat

"Bagi yang berpartisipasi menutup tokonya mengikuti petunjuk kami, maka pemerintah metropolitan akan membayar 200.000 yen per toko untuk setiap bisnis yang mematuhi permintaan," ujarnya.

Daerah perkotaan lain juga mengalami peningkatan tajam dalam kasus-kasus yang dikonfirmasi sejak keadaan darurat nasional sepenuhnya dicabut pada 25 Mei lalu.

Perfektur Kanagawa, Hyogo, Tokushima, Fukuoka, dan Okinawa semuanya melaporkan rekor infeksi satu hari yang meningkat pada hari Kamis, dengan Osaka, Aichi dan Saitama juga mengkonfirmasikan angka yang tinggi.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved