Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.507, Putin Umumkan Gencatan Senjata selama Paskah Ortodoks
Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan gencatan senjata selama Paskah Ortodoks pada Sabtu, 11 April pukul 4 sore hingga 12 April tengah malam.
Ringkasan Berita:
- Rusia mengumumkan gencatan senjata Paskah pada 11–12 April 2026 tanpa melibatkan AS maupun Ukraina.
- Selama 32 jam, pasukan akan Rusia menghentikan operasi tempur namun tetap siaga untuk menangkis serangan musuh.
- Ukraina menyatakan siap mengikuti gencatan dan menegaskan telah lama mengusulkannya.
- Tahun lalu, Rusia juga mengumumkan gencatan senjata selama Paskah Ortodoks.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.507 pada Jumat (10/4/2026).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata selama Paskah Ortodoks pada Sabtu, 11 April mulai pukul 16.00 waktu Moskow hingga Minggu, 12 April tengah malam.
Keputusan tersebut, menurut keterangan Kremlin, tidak dinegosiasikan dengan AS atau pun Ukraina.
"Berdasarkan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan menjelang Paskah Ortodoks - mulai pukul 16.00 (waktu Moskow) pada tanggal 11 April hingga akhir tanggal 12 April 2026," demikian bunyi pengumuman Kremlin, Kamis (9/4/2026).
Pasukan Rusia akan menghentikan operasi tempur ke segala arah selama gencatan senjata sementara tersebut, tapi tetap siaga untuk menangkis serangan.
"Menteri Pertahanan Federasi Rusia Andrey Belousov dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia - Komandan Kelompok Pasukan Gabungan - Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov telah diinstruksikan untuk menghentikan operasi tempur di semua wilayah untuk periode ini," bunyi pernyataan tersebut.
"Pasukan Rusia harus tetap siap untuk menangkis setiap kemungkinan provokasi oleh musuh, serta setiap tindakan agresif dari pihak mereka," lanjutnya.
Rusia berharap Ukraina untuk mengikuti keputusan Kremlin dan juga mengumumkan gencatan senjata selama Paskah Ortodoks.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022 saat Rusia melancarkan invasi besar-besaran.
Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran Buat Rusia Cuan, Pendapatan Minyak Tembus 9 Miliar Dolar dalam Sebulan
Namun, akar konfliknya sudah muncul sejak lama, dipicu oleh langkah Ukraina yang semakin mendekat ke negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang dianggap mengancam kepentingan Rusia.
Ketegangan meningkat sejak Revolusi Maidan di Kyiv pada 2014, yang membuat arah politik Ukraina semakin pro-Barat.
Sebagai tanggapan, Rusia mencaplok Krimea dan konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Puncaknya terjadi pada 2022 ketika Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer.
Rusia berdalih langkah itu untuk melindungi warga berbahasa Rusia dan mencegah perluasan NATO, namun tindakan tersebut mendapat kecaman luas dari dunia internasional.
Sebagai respons, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia serta memberikan bantuan militer dan finansial kepada Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUTlN-345345rterrere34.jpg)