Breaking News:

Virus Corona

Jepang Siapkan 90.000 Warga Asing Pemilik Zairyu Card Kembali ke Negeri Sakura

Saat ini menurutnya ada 16 negara yang telah dibukakan kembali pintunya untuk bisa masuk ke Jepang.

Richard Susilo
Kentaro Otita (kedua dari kiri) pejabat kementerian luar negeri Jepang dari divisi kebijakan konsuler 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang khususnya bagian imigrasi sejak Rabu (5/8/2020) sudah siap menyambut kembali warga asing yang memiliki Zairyu Card (KTP Jepang) untuk kembali ke negeri Sakura tersebut saat pandemi Covid-19.

"Kita perkirakan sekitar 90.000 warga asing yang memiliki kartu Zairyu Card akan segera kembali ke Jepang lagi mulai saat ini," papar Kentaro Otita pejabat kementerian luar negeri Jepang dari divisi kebijakan konsulerdalam jumpa pers kemarin sore (5/8/2020).

Saat ini menurutnya ada 16 negara yang telah dibukakan kembali pintunya untuk bisa masuk ke Jepang.

Empat negara di antaranya telah bisa mengajukan diri dan bisa masuk Jepang mulai saat ini yaitu Australia, Selandia Baru, Thailand dan Vietnam.

Baca: Stasiun Osaka Jepang Punya Cara Khusus Agar Calon Penumpang Menghindari Penggunaan Eskalator

"Kita sudah menerima banyak aplikasi visa baru untuk masuk ke Jepang namun masih belum tahu pastinya berapa banyak jumlahnya."

Untuk dapat masuk ke Jepang pun ada persyaratan khusus selain surat keterangan bebas Corona hasil tes PCR (polymerase chain reaction), juga perlu mengisi formulir re-entry ke Jepang, serta memperlihatkan kartu Zairyu nya kepada pihak kedutaan besar Jepang di negara masing-masing dan membawa paspor aslinya pula.

Bagi pemilik Zairyu Card WNI yang ada di Indonesia atau di negara lain di luar Jepang sudah boleh masuk kembali ke Jepang mulai kemarin (5/8/2020).

Baca: Museum Jepang Kumpulkan Masker & Catatan tentang Wabah, untuk Kenang Sejarah Pandemi Corona

Sedangkan proses Visa dari Indonesia masih tetap tertutup untuk ke Jepang masih belum diketahui kapan bisa dibuka kembali.

Visa tersebut yang masih tertutup proses aplikasinya dari Indonesia atau atau tertutup masuk ke Jepang, menyangkut semua visa, termasuk pemilik visa Waiver pemegang e-paspor.

Sumber Tribunnews.com menyatakan belum tahu kapan dibuka kembali, karena semua tergantung kepada jumlah terinfeksi yang terjadi di Indonesia.

"Apabila jumlah terinfeksi tetap banyak setiap harinya ya mungkin agak sulit untuk membuka kembali pintu bagi orang Indonesia yang mau ke Jepang," tekannya lagi.

Sejak 29 Maret 2020 visa Indonesia dibekukan sampai kini belum juga bisa melakukan aplikasi visa lagi.

Apabila dibuka kembali itu pun akan dilakukan tiga tahap yaitu tahap bagi kalangan bisnis, dan pemagang, lalu tahap kedua kalangan pelajar, barulah tahap ketiga kalangan turis umum.

Bagi Indonesia diperkirakan paling cepat mungkin mundur kembali ke akhir September atau mungkin Oktober atau bahkan bisa lebih mundur lagi.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved