Breaking News:

Virus Corona

52 Perusahaan Listing di Jepang Ajukan Program Pensiun Dini

Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah perusahaan swasta Jepang melewati angka 50 perusahaan.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Situs perusahaan periset swasta Jepang Tokyo Shoko Research Co., Ltd. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Per tanggal 13 Agustus 2020, sebanyak 52 perusahaan Jepang telah meminta program pensiun dini dan pensiun sukarela, karena kesulitan bisnis di Jepang akibat pandemi Covid-19.

Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah perusahaan swasta Jepang melewati angka 50 perusahaan.

"Sebanyak 52 perusahaan publik (listed di pasar modal Jepang) telah mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan sistem pensiun dini atau pensiun sukarela per tanggal 13 Agustus 2020," ungkap hasil survei Tokyo Shoko Research Co., Ltd., sebuah perusahaan periset terkenal Jepang, Sabtu (15/8/2020).

Dari 52 perusahaan tersebut, sebanyak (jumlah) lebih dari 9.300 orang yang memenuhi syarat untuk melakukan pensiun dini.

Baca: 400 Karyawan Garuda Ambil Tawaran Program Pensiun Dini

Kasus di mana jumlah personel berkurang telah meningkat sejak bulan Juli 2020 dengan latar belakang kinerja yang parah dari dampak virus corona baru.

Per Juni 2020, telah melampaui 35 perusahaan dalam setahun upaya mempercepat pensiun diri.

Sedangkan kini di bulan Agustus 2020, sejak 2012 pertama kali melebihi 50 perusahaan listed yang meminta sistem pensiun diri para karyawannya.

Berdasarkan industri, paling banyak di bidang "pakaian/tekstil" adalah yang paling umum mencapai 8 perusahaan, diikuti oleh "peralatan listrik" di 7 perusahaan, "peralatan transportasi seperti mobil" pada 5 perusahaan, dan "ritel" serta "restoran" masing-masing 4 perusahaan.

Baca: Upacara Kedewasaan di Tengah Pandemi Covid-19 di Jepang, Sebagian Hadir di Lokasi, Lainnya Online

Dari jumlah tersebut, 15 perusahaan mengatakan hasil bisnis mereka semakin memburuk karena efek virus corona, meningkat 7 perusahaan selama satu setengah bulan terakhir, dan hampir dua kali lipat.

"Jika jumlah perusahaan yang berkinerja buruk akibat penyebaran infeksi meningkat dan dampaknya berkepanjangan, gerakan untuk meminta pensiun dini atau pensiun sukarela diperkirakan akan semakin meningkat," ujarnya.

Sementara itu Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, akan terbit akhir Agustus 2020, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved