Pesawat Tempur Israel Mengebom Jalur Gaza Selama 7 Malam Berturut-turut
Kabar terbaru, serangan di Jalur Gaza dilaporkan terus berlanjut, kini secara berturut-turut terhitung memasuki malam ketujuh.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Jalur Gaza masih memanas.
Kabar terbaru, serangan di Jalur Gaza dilaporkan terus berlanjut, kini secara berturut-turut terhitung memasuki malam ketujuh.
Pesawat-pesawat tempur Israel beberapa hari ini dikabarkan menargetkan pos pengamatan Hamas.
Serangan ini diklaim sebagai tanggapan atas serangan balon api Palestina di seberang perbatasan.
Mengutip Al Jazeera, serangan udara yang berlangsung Selasa (18/8/2020) terjadi bersamaan ketika pejabat keamanan Mesir berkunjung untuk meredakan konflik yang terjadi.
Baca: Israel Tutup Zona Penangkapan Ikan di Lepas Pantai Jalur Gaza
Baca: Militer Israel Serang Pos Pertahanan Hamas di Jalur Gaza

“Jet tempur dan pesawat (lainnya) menghantam insfrastruktur bawah tanah milik Hamas di Jalur Gaza,” ungkap pernyataan militer Israel.
Lebih lanjut, pihak militer Israel mengaitkan serangan itu dengan “balon peledak dan pembakaran yang diluncurkan dari Jalur Gaza ke Israel”.
Narasumber dan saki keamanan Gaza mengatakan, serangan Selasa ini menghantam pos pengintai Hamas di Rafah selatan wilayah itu dan Beit Lahia di utara.
Baca: Saluran Telepon UAE-Israel Dibuka untuk Normalisasi Hubungan
Israel Tuduh Hamas Tembakkan Roket
Lebih jauh, pihak Israel menuduh Hamas menembakkan roket dan meluncurkan bundel balon melintasi perbatasan.
Balon tersebut diketahui dilengkapi dengan alat pembakar atau peledak.
Baca: Israel Serang Pos Pengamatan Hamas sebagai Balasan atas Gangguan Perbatasan
Israel Menutup Penyeberangan hingga Melarang Penangkapan Ikan di Lepas Pantai Gaza
Lebih dalam, menanggapi situasi yang panas ini, Israel kemudian menutup penyebarang barang Karem Abu Salem (Kerem Shalom) dengan Jalur Gaza.
Baca: Pemimpin Hamas, Khaled Mashal: Malaysia Tegas dalam Konflik Palestina-Israel di Kancah Internasional
Israel juga memberlakukan larangan penangkapan ikan di lepas pantai Gaza dan melakukan serangan udara setiap malam selama tujuh malam.
Untuk diketahui, wilayah Palestina berada di bawah blokade Israel yang melumpuhkan sejak 2007.
Sumber Hamas mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kelompok itu mengadakan pembicaraan dengan delegasi Mesir di Gaza pada Senin (17/8/2020), sebelum delegasi berangkat untuk pertemuan dengan Israel dan Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat.
Ia diperkirakan akan kembali ke Gaza setelah pembicaraan itu, sumber itu menambahkan.
'Tanggapan Negatif'
Sumber Hamas menambahkan, serangan itu dipandang sebagai "tanggapan negatif" terhadap gencatan senjata.
"Tidak ada korban dalam penggerebekan itu," tambahnya.
Meski ada gencatan senjata tahun lalu, yyang didukung oleh Mesir, Qatar dan PBB, ketegangan antara Hamas dan Israel meningkat secara sporadis.
Baca: Tentara Israel Serang Basis Hamas di Jalur Gaza
Baca: Reaksi AS, Rusia, Hamas hingga Yunani atas Diubahnya Hagia Sophia Jadi Masjid
Hamas mengatakan Israel tidak menghormati pemahaman sebelumnya yang menetapkan bahwa Israel meringankan blokade yang telah diberlakukan di Gaza sejak pengambilalihan Hamas, yang memungkinkan proyek skala besar untuk membantu menyelamatkan ekonomi yang runtuh.
Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza dijadwalkan ditutup karena penutupan perlintasan.
Ini mengakibatkan, pasokan bahan bakar terputus dan memperburuk krisis listrik, dan membuat dua juta penduduk Gaza mendapat listrik sekitar empat jam sehari.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)