Kamis, 4 Juni 2026

Obama Sebut Donald Trump Tak Layak Jadi Presiden AS

Dia memperingatkan bahwa Trump dan sekutu Republiknya hanya bisa menang dengan menekan dan merusak suara, bukan berdasarkan kebijakan mereka.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
The Guardian/REX/Shutterstock/AP
Barack Obama dan Donald Trump 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Rabu (19/8/2020) waktu setempat, menyerang Presiden Donald Trump.

Obama menyebut Trump sangat tidak layak menjadi presiden.

Seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Obama berpendapat sangat penting untuk memilih mantan wakilnya, Joe Biden, untuk memastikan kelangsungan demokrasi Amerika.

“Ia terlihat tidak tertarik untuk melakukan pekerjaan itu; tidak tertarik untuk menemukan kesamaan; tidak tertarik menggunakan kekuatan luar biasa dari kantornya untuk membantu siapa pun kecuali dirinya sendiri dan teman-temannya; tidak tertarik untuk menjalankan tugas kepresidenan kecuali sebagai tontonan satu reality show lagi yang dia gunakan untuk mendapatkan perhatian yang sangat dibutuhkan,” kata Obama tentang Trump pada malam ketiga Konvensi Nasional Demokrat.

Baca: Presiden AS Klaim Cawapres Demokrat Tak Penuhi Syarat, Kamala Harris Sebut Trump Pakai Taktik Kotor

Obama menyalahkan Trump atas kematian 170 ribu orang Amerika karena virus corona.

Ia juga menyalahkan Trump karena jutaan orang yang kehilangan pekerjaan akibat resesi, dan memudarnya prinsip-prinsip demokrasi negara di dalam dan luar negeri.

“Donald Trump tidak berkembang sesuai tuntutan pekerjaannya karena dia tidak bisa melakukannya,” kata Obama. "Dan konsekuensi dari kegagalan itu parah."

Trump menanggapi penampilan Obama dengan huruf kapital semua dalam cuitan di Twitter.

Trump berpendapat Obama memutuskan untuk mendukung Biden hanya setelah para pesaingnya di Demokrat mundur dari kontestasi.
Menurut Trump, hal itu menunjukkan keraguan tentang pencalonan Biden.

Namun pada Rabu (19/8), Obama menyampaikan dukungan penuh untuk Biden dan calon wakil presiden Kamala Harris.

Obama mengatakan mereka "benar-benar peduli dengan setiap orang Amerika, dan mereka sangat peduli dengan demokrasi ini."

Biden (77 tahun) secara resmi dinominasikan pada Selasa (18/8) malam untuk menghadapi Trump (74 tahun) dalam pemilihan presiden pada 3 November.

Obama (59 tahun) tak henti-hentinya memuji mantan wakil presidennya, dengan mengatakan Biden menjadi "saudara" baginya.

"Selama delapan tahun, Joe adalah orang terakhir di ruangan itu setiap kali saya menghadapi keputusan besar," katanya. “Dia menjadikan saya presiden yang lebih baik - dan dia memiliki karakter serta pengalaman untuk membuat kita menjadi negara yang lebih baik.”

"Satu-satunya jabatan konstitusi yang dipilih oleh seluruh rakyat adalah kepresidenan," katanya. “Jadi paling tidak, kita harus mengharapkan seorang presiden merasa bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan 330 juta kita semua. ... Tapi kita juga harus mengharapkan seorang presiden menjadi jagoan demokrasi ini".

Sumber: VOA
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved