Presiden Macron Peringatkan Lebanon Bisa Terjerumus Lagi ke Perang Saudara
Pascaperang saudara 1975-1990, Lebanon bersatu namun di dalam pemerintahan terkotak-kotak ke kelompok politik yang memiliki kepentingan masing-masing.
“Meningkatnya kekerasan secara sporadis adalah tanda lain dari tercabiknya negara,” kata Mustafa Alloush, satu di antara pemimpin Gerakan Masa Depan.
"Saya perkirakan kekerasan serupa atau jenis lain akan meningkat mulai sekarang," katanya kepada Reuters.
Al-Akhbar, surat kabar pro-Hezbollah, menyatakan ketegangan politik mulai merembes ke jalan.
"'Pertempuran Khaldeh ... memberikan indikasi yang jelas permainan di jalanan akan segera lepas kendali untuk membakar seluruh negeri," katanya.(Tribunnews.com/Sputniknews.com/Ahram.org/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-prancis-emmanuel-macron-dan-kanselir-jerman-angela-merkel.jpg)