Artis dan Vokalis Indonesia Jepang Ini Kini Fokus pada Musik Gereja
Miko dari ayah dan ibu Manado tetapi sejak lahir di Tokyo 28 tahun lalu, jarang sekali ke Indonesia bahkan sempat menolak keras untuk ke Indonesia
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pinkan Miko (28), artis Indonesia Jepang yang terkenal belum lama ini, kini mulai fokus kepada musik gereja.
"Entah mengapa saya kok sekarang jadi nyaman kalau membantu gereja, membuat musik-musik gereja menyanyikannya di gereja, daripada dulu yang rasanya terpaksa ke gereja," papar Miko yang terkenal juga sebagai Armour Mico dan mantan anggota Cherrybelle serta pernah tampil di festival Ennichisai Jakarta, khusus kepada Tribunnews.com kemarin (9/9/2020).
Miko mengakui dulu dia merasa terpaksa ke gereja. Tetapi kini malahan ada rasa kehausan tersendiri ingin segera ke gereja.
"Saya selama tiga tahun sejak 2016 sebenarnya agak stres bingung mau ke mana arah hidup saya. Namun sejak tahun lalu saya mulai bangkit lagi dan merindukan musik gereja membuat hidup saya terasa nyaman tenang tenteram. Bahkan say amengajak salah satu member Cherrybelle untuk bersama membuat musik bersama lalu kita sebarluaskan nanti lewat Youtube," paparnya lagi.
Miko dari ayah dan ibu Manado tetapi sejak lahir di Tokyo 28 tahun lalu, jarang sekali ke Indonesia bahkan sempat menolak keras untuk ke Indonesia.
"Saya dirayu-rayu terus oleh saudara-saudara untuk ke Indonesia sempat tak mau. Tapi akhirnya ke Indonesia juga sehingga melihat banyak sekali perbedaan antara Indonesia dan Jepang dan merubah kehidupan saya menjadi orang yang lebih sabar kini," lanjutnya.
Diakuinya dulu, seperti orang Jepang umumnya, sedikit-sedikit komplain begini begitu.
"Namun setelah saya ke Indonesia yang ternyata jauh berbeda, misalnya dari segi kebersihan dan sebagainya, saya jadi mengerti semua dan jadi orang penyabar saat ini."
Dulu juga diakuinya tak mau menikah dengan orang selain orang Jepang. pendidikan dasar hingga lulus SMA di sekolah Jepang memang membuatnya menjadi manusia Jepang walaupun kulitnya agak coklat layaknya orang Indonesia lainnya.
"Di sekolah saya pernah diejek mungkin, tetapi dengan bimbingan orangtua saya yang hebat, saya bertahan dan menjadi kuat kini, hanya karena kulit saya agak gelap dibandingkan orang Jepang. Cukup stres juga saya saat itu. Tapi kini sudah sadar dan jauh semakin kuat menghadapi semua tantangan yang ada di Jepang."
Miko telah terlibat dalam berbagai genre musik sejak dia sangat terikat pada dirinya sendiri, dan karena dia adalah seorang Kristen, dia menyanyikan Injil dan himne gereja sejak usia empat tahun.
Belajar piano pada usia 5 tahun dan mulai menari pada usia 7 tahun.
Bertujuan menjadi seorang entertainer, setelah terakumulasi sejak usia 16 tahun, akhirnya Miko melakukan debut solo utamanya di Jepang pada usia 21 tahun.
Vokal yang dengan bebas memanipulasi suara yang lembut dan luwes, terkadang secara emosional dan terkadang sangat menarik, telah menarik banyak perhatian dari banyak pencipta bahkan sebelum debut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pinkan-miko-nih4.jpg)