Ecobagmanbiki, Pencurian Pakai Tas Ramah Lingkungan Meningkat 4 Kali Lipat di Jepang
Beberapa pembeli dengan gerak gerik mencurigakan dengan mudah ditangkap kamera khusus dengan AI di tokonya.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ecobagmanbiki, atau pencurian menggunakan tas ramah lingkungan yang biasa terbuka tanpa penutup, mulai meningkat di Jepang sampai 4 kali lipat.
"Belakangan ini sangat banyak sekali ecobagmanbiki di toko saya, sekitar 4 kali lipat. Akibatnya kini dipasang CCTV dengan AI (artificial intelligent) sehingga dapat segera mendeteksi konsumen pembeli roti yang aneh berkecenderungan mencuri," kata Hiromichi Akiba, pemilik toko roti Akipan di Tokyo, Jumat (18/9/2020).
Beberapa pembeli dengan gerak gerik mencurigakan dengan mudah ditangkap kamera khusus dengan AI di tokonya.
Warna jadi merah dan memberikan pesan otomatis kepada stafnya di dalam toko agar berhati-hati kepada tamu tersebut.
"Masalahnya kalau tamu itu tidak mengakui mengambil roti yang dimasukkan ke dalam ecobag nya, akan repot karena tak bisa seenaknya membuka tas orang lain. Jadi harus memanggil polisi terlebih dulu," tambahnya.
Baca: Torch Tower di Tokyo Bakal Jadi Gedung Tertinggi di Jepang Tahun 2027
Pengakuan naiknya jumlah pencuri (ngutil) di berbagai toko, termasuk toko buku yang banyak menjadi korban pencurian, juga diakui toko buku bekas dan musik Tsuchiura, Hiroshi Sasaki.
"Wah di toko saya mungkin kini meningkat 4 sampai 5 kali lebih banyak pencurian menggunakan ecobag, sampai pusing saya karena yang dicuri kebanyakan buku langka yang mahal-mahal," papar sasaki.
Itulah sebabnya Sasaki memasang pengumuman di loket pembayaran buku kepada pembaca ecobag yang terbuka agar memperlihatkan ecobagnya kepada kasir saat pembayaran.
Seorang penjual CCTV menggunakan AI, perusahaan Earth Eyes, Saburo Yamauchi, membenarkan banyaknya pencurian di berbagai toko di Jepang.
"Gerakan aneh tamu yang masuk ke dalam toko dengan mudah dideteksi kamera CCTV dengan AI yang kami buat. Segera mengirimkan pesan ke ponsel staf di dalam toko kalau ada tamu yang aneh diduga bakal mencuri, sehingga staf dapat memberikan perhatian besar kepada orang dicurigai tersebut," jelasnya.
Teknologi CCTV dengan AI tersebut memang banyak membantu mengurangi pencurian yang terjadi di Jepang.
Baca: Terungkap 7 Kasus Pemotongan Kabel Kontrol IAEA di Pabrik Pemrosesan Ulang Nuklir Aomori Jepang
"Dengan teknologi AI pada kamera CCTV saat ini, upaya pencurian dapat dihalangi sehingga pemiliknya menjadi lebih tenang dalam menjalankan usahanya," papar Sanichi Kobata dari Elsys Japan.
Penggunaan CCTV dengan teknologi AI di Jepang sudah digunakan saat KTT G7 di Mie Jepang (26-27 Mei 2016) serta dipakai pula pada olimpiade musim dingin Sochi tahun 2014 di Rusia.
Dengan penggunaan CCTV menggunakan teknologi AI Jepang tersebut, khususnya pada Olimpiade Sochi 2014, kunjungan satu hari rata-rata 2.620 orang, terdeteksi semua penonton yang hadir saat memasuki arena olahraga dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ecobagmanbiki-jepang.jpg)