Virus Corona
Pemerintah Jepang Subsidi Tes PCR Hingga 50 Persen Bagi Lansia Berusia 65 Tahun ke Atas
Besarnya subsidi adalah setengah dari biaya tes yang ditanggung oleh pemerintah kota, dan batas atas adalah 10.000 yen untuk tes PCR.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang telah memutuskan untuk memberikan subsidi hingga setengah dari biaya kepada pemerintah daerah yang memeriksa lansia yang berisiko tinggi menjadi sakit parah.
"Subsidi baru ini untuk orang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang memiliki penyakit mendasar seperti paru-paru dan ginjal," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (19/9/2020).
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pada dasarnya melakukan inspeksi dengan biaya publik untuk orang-orang yang dicurigai terinfeksi, seperti kontak dekat, tetapi juga menambahkan penghuni panti jompo di area yang klasternya telah dikonfirmasi.
Baca: Cuma Pakai Beras, Ternyata ini yang Jadi Rahasia Kecantikan Wanita Jepang
"Dengan meminta pemerintah daerah melakukan berbagai inspeksi, kami ingin mencegah orang yang terinfeksi menjadi sakit parah dan mencegah ketegangan di tempat tidur mereka," ujarnya.
Selain itu, pihak kementerian telah memutuskan untuk mensubsidi pemerintah daerah yang memeriksa pelamar karena ada risiko parah yang lebih tinggi bahkan untuk orang lanjut usia yang tidak memenuhi kondisi ini dan mereka yang memiliki penyakit mendasar.
Besarnya subsidi adalah setengah dari biaya tes yang ditanggung oleh pemerintah kota, dan batas atas adalah 10.000 yen untuk tes PCR dan 3.750 yen untuk tes antigen.

Biaya proyek akan menjadi sekitar 5,1 miliar yen dari dana cadangan untuk penanggulangan virus corona.
Sementara itu baru terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com