Jumat, 17 April 2026

Virus Corona

Warga Indonesia yang Masuk Jepang Hanya 200 Orang Selama Agustus 2020

Jumlah warga Indonesia yang masuk ke Jepang selama Agustus 2020 hanya 200 orang atau minus 98,8%

Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Daerah Pariwisata Asakusa Tokyo dengan deretan toko-tokonya di kanan kiri, menuju ke arah kuil Sensoji. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah warga Indonesia yang masuk ke Jepang selama Agustus 2020 hanya 200 orang atau minus 98,8% dibandingkan tahun lalu (2019).

"Sedangkan dari Januari hingga Agustus 2020, jumlah WNI yang masuk ke Jepang hanya 70.000 orang atau penurunan 72,8% dibandingkan periode sama tahun 2019," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu ini (23/9/2020).

Jumlah pengunjung asing ke Jepang oleh Japan Tourism Board (JNTO), jumlah pengunjung ke Jepang pada Agustus 2020 turun 99,7% dari bulan yang sama tahun sebelumnya menjadi 8.700, turun di bawah hasil tahun sebelumnya selama 11 bulan berturut-turut.

Hal tersebut karena infeksi virus corona baru (COVID-19) yang menyebar dari Tiongkok, penguatan karantina dan pembatalan visa terus berlanjut saat memasuki Jepang. Karena langkah-langkah seperti pembatasan perjalanan ke luar negeri di setiap negara, jumlah pengunjung ke Jepang terus mendekati nol.

Di sisi lain, sejak April, laju penurunan 99,9% lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, meningkat sebesar 0,2 poin. Jumlah orang Jepang yang meninggalkan Jepang menurun 98,2% menjadi 37.100.

Baca: Pariwisata Dalam Negeri Jepang Mulai Pulih Berkat GoToTravel

Sejak April, Meksiko dan kawasan Timur Tengah ditambahkan ke 20 pasar prioritas sejauh ini, dan 22 negara / kawasan menjadi pasar prioritas. Jumlah pengunjung bulanan ke Jepang jauh lebih rendah di setiap pasar, dengan kurang dari 10 di Meksiko saja.

Berdasarkan daerah dari Asia terdapat 1.600 orang dari China (1.0639 di bulan yang sama tahun sebelumnya), 700 dari Korea Selatan (308.730 di bulan yang sama), dan 400 dari Taiwan (420.279 di bulan yang sama). Hong Kong memiliki 40 orang (190.260 orang) dan India memiliki 300 orang (13.308 orang).

Di negara-negara ASEAN (Union of Southeast Asian Countries), Thailand memiliki 400 (49.589 pada bulan yang sama tahun sebelumnya), Singapura 20 (19.698), dan Malaysia 200 (19.827). Indonesia memiliki 200 orang (16.160 orang), Filipina 100 orang (31.470 orang), dan Vietnam 1.100 orang (43.709 orang).

Sementara itu baru saja terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved