Minggu, 31 Mei 2026

Pemilu Amerika Serikat 2020

Donald Trump Lebih Suka Debat Outdoor daripada Virtual: Agar Joe Biden Tidak Bisa Mencontek

Calon presiden petahana dari Partai Republik, Donald Trump mengatakan ia akan menyambut debat presiden selanjutnya diadakan di luar daripada online

Tayang:
JIM WATSON, SAUL LOEB / AFP
Kombinasi gambar yang dibuat pada 29 September 2020 ini menunjukkan kandidat Presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berbicara selama debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio pada September. 29, 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Calon presiden petahana dari Partai Republik, Donald Trump mengatakan ia akan menyambut debat presiden selanjutnya seandainya debat diadakan di luar ruangan daripada secara virtual

Menurut Trump, hal itu dilakukan agar calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden tidak bisa mencontek jawaban dari komputer.

Komentar Trump itu keluar saat wawancara dengan pakar medis FOX News Dr. Marc Siegel di acara Tucker Carlson Tonight, pada Jumat (9/10/2020) malam.

"Jadi saya punya pertanyaan dan ini fantasi saya sendiri, Pak Presiden. Semua kontroversi tentang debat berikutnya. Dan jika tes Anda negatif, dan Anda mengatakan ingin dilakukan debat secara langsung, bagaimana pendapat Anda tentang debat di luar di Miami Beach?" tanya Siegel.

"Yah, aku sama sekali tidak punya masalah dengan itu. Faktanya, saat kami mengadakan unjuk rasa di luar, kami tidak punya masalah apa pun. Di luar lebih baik daripada di dalam, seperti yang kau tahu, dengan hal gila yang terus berlanjut ini," Trump menjawab.

Baca: Donald Trump Mengatakan Ungkap Dirinya Pantas Mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian, Mengapa?

Baca: Donald Trump Tolak Debat Virtual pada 15 Oktober: Itu Debat Konyol

"Tapi, kau tahu, kami selalu bermasalah dengan komisi ini, komisi ini konyol, terus terang," lanjut Trump.

Presiden AS Donald Trump berbicara selama debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, pada 29 September 2020.
Presiden AS Donald Trump berbicara selama debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, pada 29 September 2020. (SAUL LOEB / AFP)

Komisi yang dimaksudkan Trump adalah Commission on Presidential Debates (CPD), yang memberlakukan aturan tambahan saat debat virtual, seperti memotong mikrofon jika salah satu peserta terus menyela lawannya.

Pekan ini, kampanye Trump juga menolak berpartisipasi dalam format online untuk debat kedua.

Padahal, CPD hanya ingin menghindari kemungkinan terpaparnya Biden atau peserta lainnya dari Covid-19 yang diderita Trump.

"Tapi siapa juga yang mau berdebat di komputer?" Trump secara retoris bertanya selama wawancara Jumat malam.

"Saya tidak. Debat virtual — Anda harus hadir. Kami berhasil dalam debat terakhir. Anda harus berada di sana, Anda harus melihat orangnya. Anda tidak dapat melakukannya di komputer," lanjutnya.

"Selain itu, Anda tahu Joe memiliki kecenderungan untuk mendapatkan jawabannya dan membacanya dari komputer ketika dia mengajukan pertanyaan."

"Jadi saya lebih suka — saya akan senang melakukannya. Sejauh yang saya ketahui, di luar akan baik-baik saja," Trump menyimpulkan.

Dilansir Newsweek, Trump pernah menuduh Biden menggunakan TelePrompTer atau menggunakan lubang suara selama debat untuk mendapatkan bantuan jawaban.

Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim itu.

Biden membantah menggunakan keduanya selama perdebatan.

Beberapa saat sebelum debat presiden pertama, kampanye Trump diduga meminta Biden untuk diperiksa apakah ada earphone yang disisipkannya sebelum naik ke panggung.

Debat Kedua Capres AS 2020 Donald Trump vs Joe Biden Akhirnya Dibatalkan

Panitia debat calon presiden Amerika Serikat akhirnya membatalkan agenda debat kedua antara Donald Trump vs Joe Biden.

Debat kedua calon presiden awalnya dijadwalkan pada 15 Oktober 2020.

Namun karena Donald Trump saat ini terjangkit Covid-19, debat diusulkan digelar dalam format virtual.

Donald Trump menolak format tersebut, berujung Commission on Presidential Debates (CPD) membatalkan agenda.

Dilansir USA Today, CPD mengumumkan keputusan pembatalan debat kedua dalam sebuah pernyataan Jumat (9/10/2020) malam waktu setempat.

Baca: Sebelum Mike Pence, Hillary Clinton Rupanya Juga Pernah Dihinggapi Lalat saat Debat

Baca: Debat Calon Wakil Presiden Mike Pence dan Kamala Harris Ditonton Lebih dari 57 Juta Orang

Kombinasi gambar yang dibuat pada tanggal 29 September 2020 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump (Kiri) dan calon Presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, bersiap-siap selama debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio pada 29 September 2020.
Kombinasi gambar yang dibuat pada tanggal 29 September 2020 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump (Kiri) dan calon Presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, bersiap-siap selama debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio pada 29 September 2020. (JIM WATSON, SAUL LOEB / AFP)

"Sekarang jelas tidak akan ada debat pada 15 Oktober, dan CPD akan mengalihkan perhatiannya pada persiapan untuk debat terakhir presiden yang dijadwalkan pada 22 Oktober," kata CPD.

Keputusan itu berarti Trump dan Biden akan saling berhadapan dalam debat hanya sekali lagi, yaitu pada 22 Oktober, di Nashville, Tennessee sebelum Hari Pemilihan pada 3 November.

Hal itu juga berarti tidak akan ada debat balai kota presiden untuk pertama kalinya sejak 1988, di mana pertanyaan datang dari pemilih.

Sementara untuk debat di terakhir Nashville, kedua kampanye telah menyetujuinya.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved