Iran Vs Amerika Memanas
Negosiasi AS-Iran Mengerucut, Pencairan Dana dan Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan
Bagi Teheran, pencairan aset menjadi salah satu syarat penting untuk memulihkan ekonomi yang selama bertahun-tahun tertekan oleh sanksi
Negosiasi AS-Iran Mengerucut, Pencairan Dana dan Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan
Ringkasan Berita:
- Media pemerintah Iran menyebut rancangan nota kesepahaman dengan AS mencakup pencairan aset Iran senilai US$12 miliar dalam 60 hari, meski Gedung Putih belum mengonfirmasinya.
- Selat Hormuz dan aset Iran yang dibekukan menjadi dua isu utama dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Februari 2026.
- Donald Trump mengaku lebih memilih jalur diplomatik, tetapi tetap mengancam opsi militer jika kesepakatan tidak tercapai.
TRIBUNNEWS.COM - Media pemerintah Iran melaporkan bahwa rancangan nota kesepahaman yang tengah dibahas antara Teheran dan Washington memuat rencana pencairan aset Iran senilai US$12 miliar yang selama ini dibekukan akibat sanksi Amerika Serikat.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran pada Sabtu, dana tersebut disebut akan dapat diakses penuh oleh Iran dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan diumumkan.
Dana itu nantinya diklaim dapat dipindahkan dan digunakan melalui bank-bank di negara yang dipilih Teheran tanpa pembatasan.
Baca juga: IRGC Iran Sebut Serangan ke Pangkalan Militer AS Sebagai Peringatan Serius, Kuwait Sibuk Cegat Drone
Namun, laporan tersebut didasarkan pada versi tidak resmi dari dokumen yang masih dinegosiasikan. Gedung Putih sebelumnya telah membantah laporan lain dari media pemerintah Iran yang menyebut adanya rancangan kesepakatan kerangka antara kedua negara.
Presiden AS Donald Trump bahkan menegaskan pada Jumat bahwa tidak akan ada pencairan dana "hingga pemberitahuan lebih lanjut."
Dana Beku Jadi Salah Satu Isu Terbesar
Persoalan aset Iran yang dibekukan di luar negeri telah menjadi salah satu isu paling sensitif dalam pembicaraan antara kedua negara.
Kantor berita ISNA melaporkan bahwa Teheran sebenarnya menginginkan pencairan hingga US$24 miliar, dengan setengah dari jumlah tersebut diharapkan dapat dicairkan segera setelah nota kesepahaman diumumkan.
Sejumlah media Iran memperkirakan total aset Iran yang masih dibekukan di luar negeri mencapai antara US$100 miliar hingga US$123 miliar. Karena itu, pemerintah Iran juga meminta adanya mekanisme yang jelas untuk menjamin pencairan dana secara bertahap di masa mendatang.
Bagi Teheran, pencairan aset menjadi salah satu syarat penting untuk memulihkan ekonomi yang selama bertahun-tahun tertekan oleh sanksi internasional.
Selat Hormuz Kembali Menjadi Titik Krusial
Selain isu dana, negosiasi juga berfokus pada masa depan Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Menurut media pemerintah Iran, rancangan protokol yang sedang dibahas menyebut bahwa Iran akan tetap memiliki kewenangan menentukan jenis kapal yang dapat melintasi jalur tersebut.
Kapal yang dianggap membawa ancaman atau terkait dengan pihak yang bermusuhan dengan Iran disebut tidak akan diizinkan menggunakan rute pelayaran tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-iran-dan-amerika-serikat.jpg)