Koridor Baru Belawan–Penang–Perlis Pangkas Jalur Logistik, Perdagangan Sumatera-ASEAN Makin Cepat
Rute Pelabuhan Belawan – Penang sepanjang sekitar 255 km dilanjutkan 133 km menuju Perlis Inland Port, sehingga total jarak mencapai 388 km.
Konektivitas Belawan dan Malaysia Perkuat Rantai Pasok Logistik ASEAN
Ringkasan Berita:
- Konektivitas BNCT, MPSB, dan PPSB membuka jalur efisien Belawan–Penang–Perlis sepanjang 388 km, mempercepat distribusi komoditas Sumatera ke Malaysia Utara dan ASEAN.
- Kolaborasi ini memperkuat perdagangan regional, mendukung IMT Growth Triangle, serta menyediakan koridor alternatif rantai pasok ASEAN–Asia Timur.
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM - Konektivitas antara Belawan New Container Terminal (BNCT), Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB), dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) disebut sebagai katalis penting dalam mempererat hubungan Sumatera, Malaysia Utara, dan kawasan ASEAN.
Jalur ini membuka peluang bagi arus perdagangan, mobilitas manusia, serta integrasi ekonomi regional.
Secara operasional, rute Pelabuhan Belawan – Penang sepanjang sekitar 255 km dilanjutkan 133 km menuju Perlis Inland Port, sehingga total jarak mencapai 388 km.
Baca juga: Dukung Pertumbuhan Ekspor Sumatera Utara, Kemenhub Buka Pelayaran Langsung Pelabuhan Belawan
Rute tersebut lebih singkat dibanding jalur konvensional Belawan – Singapura yang hampir dua kali lebih jauh.
Belawan New Container Terminal (BNCT) adalah perusahaan operator terminal peti kemas yang mengelola pelabuhan kargo internasional di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.
"Konektivitas ini mempercepat arus komoditi produk unggulan Indonesia dari wilayah Sumatera seperti palm oil and derivatives, kopi, coklat, teh dan hasil pertanian lainnya ke Wilayah Kerja (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis) dan kawasan," ujar Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, pada Minggu (31/5/2026).
Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah memperkuat pergerakan barang dan perdagangan regional, menghubungkan Sumatera dengan Malaysia bagian Utara serta negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam, hingga Asia Timur termasuk Tiongkok.
BNCT berperan sebagai gerbang utama di Sumatera, Penang Port sebagai pusat transshipment, sementara Perlis Inland Port menjadi penghubung logistik darat ke berbagai negara di kawasan.
Menurut Wanton Saragih, kerja sama ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi di segitiga Indonesia–Malaysia–Thailand (IMT Growth Triangle) serta menyediakan koridor alternatif rantai pasok ASEAN–Asia Timur.
"BNCT dapat berperan sebagai gerbang utama di Sumatera untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antar sesama ASEAN dan dengan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok yang lebih efisien," ujarnya.
Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf, menekankan MoC ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatera dengan pasar regional dan global.
"BNCT siap mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional," ujarnya.
Penandatanganan nota kolaborasi dilakukan oleh Mohamed Suffian bin Abdul Manaf (PT BNCT), Dato' Sasedharan Vasudevan (CEO Penang Port), dan Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad (Group CEO MPSB), dalam acara peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin di Perlis Inland Port, Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Arus-Mudik-Nataru-di-Pelabuhan-Belawan_20251224_124822.jpg)