Breaking News:

AS Curiga China Lakukan 'Genosida' Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang

Reuters melaporkan soal kecaman Amerika Serikat terhadap perlakuan China terhadap etnis Uighur dan Muslim minoritas lainnya di Xinjiang.

Getty Images
Orang Uighur mengatakan mereka selama ini mengalami diskriminasi di Xinjiang. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Robert O'Brien, mengatakan Jumat (16/10/2020) bahwa China melakukan "sesuatu yang mendekati" genosida atas perlakuannya terhadap Muslim di wilayah Xinjiang.

"Jika bukan genosida, sesuatu yang mirip dengan itu sedang terjadi di Xinjiang," kata Robert O'Brien dalam sebuah acara online yang diselenggarakan oleh Aspen Institute. Ia juga menyoroti tindakan represif China lainnya, termasuk salah satunya terhadap gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

Reuters melaporkan soal kecaman Amerika Serikat terhadap perlakuan China terhadap etnis Uighur dan Muslim minoritas lainnya di Xinjiang.

Foto yang diambil pada 31 Mei 2019 ini memperlihatkan sebuah menara kawal di fasilitas berkeamanan tinggi dekat tempat yang dipercaya sebagai kamp re-edukasi yang menahan minoritas Uighur. Fasilitas ini berada di pinggiran Hotan, Xinjiang barat laut, China. Amerika Serikat pada 31 Juli 2020 menjatuhkan sanksi kepada organisasi paramiliter Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) karena diduga memiliki kaitan dengan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.
Foto yang diambil pada 31 Mei 2019 ini memperlihatkan sebuah menara kawal di fasilitas berkeamanan tinggi dekat tempat yang dipercaya sebagai kamp re-edukasi yang menahan minoritas Uighur. Fasilitas ini berada di pinggiran Hotan, Xinjiang barat laut, China. Amerika Serikat pada 31 Juli 2020 menjatuhkan sanksi kepada organisasi paramiliter Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) karena diduga memiliki kaitan dengan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur. (GREG BAKER / AFP)

AS juga menjatuhkan sanksi kepada pejabat atas pelanggaran tersebut.

Namun, sejauh ini belum disebut tindakan genosida, sebutan yang akan memiliki implikasi hukum yang signifikan dan memerlukan tindakan yang lebih keras terhadap China.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim telah ditahan di Xinjiang dan para aktivis mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi di sana.

China membantah adanya pelanggaran dan mengatakan kamp-kampnya di wilayah tersebut memberikan pelatihan kejuruan dan membantu memerangi ekstremisme.

Baca juga: Ribuan Anak Etnis Uighur Telantar karena Orangtua Mereka Ditahan Pemerintah China

O'Brien menyinggung penyitaan bea cukai AS atas “sejumlah besar" produk rambut yang dibuat dengan rambut manusia dari Xinjiang.

“Orang China benar-benar mencukur kepala wanita Uighur dan membuat produk rambut dan mengirimnya ke Amerika Serikat,” katanya.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengatakan pada bulan Juni pihaknya telah menahan pengiriman produk yang berasal dari Xinjiang berupa aksesori rambut yang dicurigai sebagai produk kerja paksa yang dibuat dengan rambut manusia.‚Äč [ah]

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: VOA
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved