Rabu, 6 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Spirit Airlines, Maskapai Pertama yang Nyatakan Bangkrut Imbas Perang Iran Vs As-Israel

Spirit Airlines menyatakan bangkrut setelah permintaan dana talangan ke pemerintah AS sebesar 500 juta dolar AS tidak dikabulkan.

Tayang:
Spirit Airlines
BANGKRUT - Maskapai asal AS, Spirit Airlines, mengumumkan bangkrut imbas harga minyak tinggi buntut perang Iran vs AS dan Israel yang tidak kunjung usai. 

Ringkasan Berita:
  • Spirit Airlines menjadi maskapai penerbangan yang bangkrut imbas perang Iran vs AS dan Israel.
  • Adapun pihak maskapai menyatakan harga minyak yang tinggi mengakibatkan keuangan perusahaan tidak mampu untuk mengakomodirnya lagi.
  • Permintaan dana talangan ke pemerintah AS sebesar 500 juta dolar AS juga gagal terealisasi.
  • Kondisi semacam ini sudah dialami maskapai tersebut sejak tahun lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Maskapai asal Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines, mengumumkan bangkrut pada Sabtu (2/5/2026) setelah 34 tahun beroperasi.

Dikutip dari Associated Press (AP), pihak maskapai menyatakan bangkrut karena meroketnya harga minyak imbas perang Iran dengan AS dan Israel yang sudah meletus sejak 28 Februari 2026 lalu.

Dengan pengumuman ini, maskapai menyatakan di situs resminya bahwa seluruh penerbangan telah dibatalkan dan layanan pelanggan tidak lagi tersedia.

Di sisi lain, imbas dari pengumuman ini, ada beberapa penumpang dilaporkan terkejut karena penerbangannya dibatalkan.

"Kami bangga dengan dampak model biaya sangat rendah kaim terhadap industri ini selama 34 tahun terakhir dan berharap dapat terus melaynai penumpang kami selama bertahun-tahun ke depan," demikian pengumuman resmi Spirit Airlines di situs resminya.

Baca juga: Negosiasi Buntu, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Terbaru dari Iran!

Spirit Airlines menyatakan akan memproses seluruh pengembalian dana bagi penumpang yang telah membeli tiket penerbangan menggunakan kartu kredit atau debit ke metode pembayaran uang tunai.

Namun, hal tersebut harus terlebih dahulun melalui keputusan dari pengadilan.

Hanya saja, pihak maskapai mengumumkan tidak dapat mengganti biaya penginapan darurat di hotel atau penerbangan pengganti.

Sebelum menyatakan bangkrut, Spirit Airlines sempat meminta adanya dana talangan dari Pemerintah AS sebesar 500 juta dolar AS, tetapi upaya tersebut berujung gagal.

Dalam pernyataannya, CEO Spirit Airlines, Dave Davis, menyebut sempat mencapai kesepakatan dengan pemegang saham terkait rencana restrukturisasi demi tetap beroperasinya penerbangan.

Namun, dia menegaskan melonjaknya harga minyak imbas konflik di Timur Tengah membuat rencana tersebut gagal.

"Namun kenaikan harga bahan bakar yang tiba-tiba dan terus-menerus dalam beberapa pekan terakhir pada akhirnya tidak menyisakan pilihan lain bagi kami selain melakukan penutupan perusahaan secara teratur," ujarnya.

Pemerintah AS Bantah Spirit Airlines Bangkrut Imbas Konflik Iran

Pemerintah AS melalui Menteri Perhubungan, Sean Duffy, membantah pernyataan Spirit Airlines yang menyebut kebangkrutan yang terjadi imbas melonjaknya harga minyak buntut konflik Iran yang berkepanjangan.

Menurutnya, maskapai tersebut sudah dalam ambang kebangkrutan sebelumm konflik terjadi.

"Spirit sudah berada dalam kondisi kritis jauh sebelum perang dengan Iran. Model bisnis mereka tidak berhasil. Perang bukanlah pemicunya," katanya dalam konferensi pers di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, dikutip dari BBC.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved