Breaking News:

Inggris Tingkatkan Kewaspadaan Setelah Serangan di Wina, Austria

Pemerintah Inggris menaikkan tingkat kewaspadaan setelah kejadian penembakan di Wina, Austria pada Senin

(Screengrab from Daily Mail/kompas.com)
Potongan gambar memperlihatkan Kujtim Fejzulai, pelaku penembakan di Wina, Austria, yang membunuh empat orang pada Senin 2 November 2020. Pemuda 20 tahun yang merupakan simpatisan ini kemudian ditembak mati oleh polisi.(Screengrab from Daily Mail) 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris menaikkan tingkat kewaspadaan setelah kejadian penembakan di Wina, Austria pada Senin (2/11/2020) lalu.

Melansir media Inggris, Stv News, Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel mengatakan tingkat ancaman teror Inggris telah dinaikkan dari "substansial" menjadi "parah".

Peningkatan status kewaspadaan yang berarti bahwa serangan di tanah Inggris sekarang dianggap "sangat mungkin" terjadi setelah serangan di ibu kota Austria, Wina, yang menewaskan sedikitnya tiga orang tersebut.

Dalam unggahannya di twitter Patel menulis: Pusat Analisis Terorisme Gabungan telah mengubah tingkat ancaman teror Inggris dari substansial menjadi parah.

“Ini adalah tindakan pencegahan dan tidak didasarkan pada ancaman tertentu,” ujarnya.

Patel meminta masyarakat waspada dan segera melapor bila mengetahui aktivitas yang mencurigakan.

Baca juga: Penembakan di Wina : Pria Ini Dipuji karena Bantu Selamatkan Korban saat Kaki Tertembak

“Masyarakat harus terus waspada dan melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan kepada polisi,” tulisnya.

Orang-orang bersenjata - yang diyakini oleh polisi Austria memiliki motif ISIS - membunuh tiga orang dan menyebabkan beberapa luka-luka di Wina pada Senin malam.

Para pelaku teror melakukan penembakan bersenjatakan senapan serbu, membawa pistol lain, dan mengenakan sabuk peledak palsu.  
 

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved